Ayam Brakot: Asal Usul, Karakteristik, Kelebihan dan Kekurangannya

ayam brakot

Researchpaperorder – Ayam Brakot merupakan istilah yang di berikan pada unggas laga modern yang memiliki karakteristik unik saat berduel. Seperti yang kita ketahui, ayam Bangkok memiliki beragam jenis dengan gaya bertarung yang berbeda, mulai dari pukulan taji, kontrol, locking kanan kiri, hingga mengunci lawan. Setiap jenis teknik ini memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.

Teknik bertarung terus di olah oleh para peternak dengan tujuan meningkatkan kualitas pertandingan untuk masa depan yang lebih baik. Umumnya, para pecinta ayam adu di Indonesia lebih menyukai pertandingan yang cepat dan mampu mengalahkan lawan dengan cepat hingga membuatnya melarikan diri dari arena pertarungan.

Tipe teknik Brakot sangat di minati oleh banyak penggemar karena kebrutalannya yang mendominasi dan mampu menyerang lawan tanpa ampun. Hal ini membuat lawan kesulitan mencari celah untuk melakukan serangan balik. Dalam kesempatan ini, kami akan berbagi informasi lebih rinci tentang ayam Brakot.

Asal Usul Teknik Ayam Brakot

Ayam Brakot adalah julukan bagi ayam laga yang di kenal dengan teknik bertarung yang brutal, dengan pukulan dari berbagai sudut yang di manfaatkan secara efektif. Umumnya, ayam jenis ini memiliki pergerakan yg lincah serta cukup ulet dalam pertarungan. Mereka juga terampil dalam mencari celah untuk menyerang lawan-lawannya.

Asal usul Ayam Brakot dapat di telusuri kembali ke strain Khoy. Oleh karena itu, mungkin hanya ayam dari keturunan Pakhoy yang mampu bertarung dengan gaya brakot yang brutal ini. Jika Anda tertarik dengan teknik penuh brakot, ini adalah pilihan yg bagus karena tidak hanya berfokus pada kepala lawan. Dengan begitu, Anda bisa menemukan celah dari berbagai sudut, termasuk depan, leher, kepala, belakang, dan bahkan punggung lawan.

Beberapa jenis ayam yang masih mempertahankan teknik brakot ini antara lain ayam Pakhoy, Khoytrad, Khoytradgon, dan Khoyphanat. Setiap jenis memiliki ciri khas dalam teknik bertarungnya, ada yg lebih fokus pada serangan ke kepala dan ada pula yang mengandalkan serangan dari berbagai arah. Oleh karena itu, Anda bisa memilih sesuai dengan selera Anda sendiri, tetapi jangan lupa untuk memiliki pertahanan yg kuat agar tidak mudah di kalahkan oleh lawan.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Ayam Brakot

Saat memperhatikan ayam Brakot, Anda dapat melihat karakteristik fisik dan gaya bertarungnya yg termanifestasi dalam cara mereka memukul lawan. Hal ini di sebabkan oleh pengaruh genetik yang terus mengalir ke keturunannya. Berikut adalah penjelasan detail mengenai ciri khas serta karakteristik bertarung ayam Brakot:

  • Brakot dominan ke arah punggung: Ayam Brakot cenderung menggunakan teknik brakot dengan serangan dominan ke arah punggung lawan, sering kali disertai dengan pukulan keras berkali-kali.
  • Pukulan brutal dengan tipikal tengok kontrol: Karakter pukulan yg brutal ini seringkali di sertai dengan kontrol yang kuat, memberikan kesan bahwa ayam tersebut memiliki kendali penuh terhadap gerakan lawan.
  • Pertahanan tubuh yg istimewa: Ayam Brakot memiliki kemampuan pertahanan tubuh yang istimewa, membantu mereka untuk bertahan dari serangan lawan secara efektif.
  • Kecerdikan dalam mencari celah serta kecepatan dalam menghindari lawan: Mereka cerdik dalam mencari celah untuk menyerang lawan dan memiliki kecepatan yg tinggi untuk menghindari serangan balik lawan. Mereka juga licin dalam mengatasi serangan lawan.
  • Pukulan yg sangat efektif: Rata-rata, pukulan ayam Brakot sangat efektif karena kekuatannya yang bisa mematahkan leher lawan dan bahkan berujung pada kematian.
  • Teknik kontrol bawah serta atas dalam keadaan terdesak: Jika dalam keadaan terdesak, mereka mampu melancarkan teknik kontrol baik dari bawah maupun atas, termasuk masuk ke sela-sela sayap dan tengok kanan kiri lawan.

Selain informasi di atas, ketika ayam Brakot di kawinkan silang dengan jenis lain, hal ini akan menghasilkan variasi teknik serta gaya bertarung yang lebih beragam, seperti bongkar sayap, lock kontrol, full brakot, dan timpuk. Jika Anda berencana untuk membeli ayam Brakot namun belum mengetahui detailnya, Anda dapat mencoba mengadu sama ayam lain untuk melihat daya pukulannya, kemampuan mencari celah, dan kemampuan bertahan saat di pukul oleh lawan. Hal ini akan membantu Anda dalam memilih ayam yang sesuai sama selera dan kebutuhan Anda.

Cara Menghasilkan Ayam Brakot

Tips ini lebih fokus pada perawatan ayam, yang melibatkan banyak langkah yang perlu diperhatikan sejak usia dini untuk menghasilkan Ayam Brakot. Berikut adalah tips cara menghasilkan ayam brakot antara lain :

  • Memberikan Kandang yg Luas: Penting untuk memberikan kandang yg cukup luas agar ayam memiliki ruang untuk bergerak dengan nyaman.
  • Asupan Pakan yg Sesuai: Pastikan memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan ayam Brakot.
  • Menjemur Ayam: Menjemur ayam sebanyak 1-3 kali dalam seminggu dapat membantu menjaga kesehatan serta kebugaran ayam.
  • Memberikan Waktu Umbaran: Berikan waktu untuk ayam umbaran di kandang atau halaman yang luas untuk mencegah ayam menjadi sempoyongan dan memperkuat otot-ototnya.
  • Memastikan Bulu-bulu Sudah Tumbuh Penuh: Pastikan bulu-bulu ayam sudah tumbuh penuh sebelum melatihnya.
  • Melatih Nafas dengan Renang atau Treadmill: Melatih nafas ayam dengan cara renang atau menggunakan treadmill dapat membantu meningkatkan kekuatan kuda-kuda ayam dan pernafasan yg lebih baik.
  • Frekuensi dan Durasi Latihan: Latihan dapat dilakukan minimal 2 kali seminggu dengan durasi 10-20 menit setiap sesi.

Dengan menerapkan tips di atas, diharapkan ayam Brakot bisa membentuk kuda-kuda yang lebih kokoh dan meningkatkan kualitas pernafasan. Untuk mencoba latihan, disarankan untuk menggunakan air dan melatih ayam yang sebaya atau lebih muda.

Kelebihan & Kekurangan dari Ayam Brakot

Mungkin ada yg belum familiar dengan keunggulan dan kelemahan dari teknik ayam Brakot, bukan? Jika begitu, mari kita bahas lebih detail dari pengetahuan yang kami miliki untuk Anda semua. Jelasnya, setiap makhluk hidup memiliki kelebihan dan kekurangan, namun kali ini kita akan mempelajari hal ini tanpa bermaksud merendahkan.

Kelebihan

  • Patuk Punggung: Kemampuan menyerang bagian punggung lawan.
  • Tarik Pukul Tembolok: Ketrampilan dalam menyerang bagian kepala lawan.
  • Patuk Paha & Kaki: Keahlian dalam menyerang bagian paha dan kaki lawan.
  • Ngalung Kontrol: Kemampuan mengendalikan pertarungan.
  • Speed Pukulan Cepat, terutama dari posisi lini depan.
  • Ada Timpuknya pada sebagian jenis: Keberadaan kemampuan “timpuk” pada beberapa varian.
  • Daya Tahan Pukulan Lawan Rapat: Kemampuan bertahan dari serangan dekat lawan.
  • Cerdik Mencari Celah: Keahlian dalam mencari kesempatan untuk menyerang.
  • Pukulan Brutal dari Berbagai Penjuru: Kemampuan menyerang dengan keras dari segala arah.
  • Akurasi Cukup Bagus: Kemampuan menyerang dengan tepat.
  • Sudah Dikawinkan Silang dengan Beberapa Strain Ayam Laga Terbaru: Proses persilangan dengan varian ayam laga terbaru untuk meningkatkan performa.

Kekurangan

  • Kesulitan Mengidentifikasi Jenis Ayam secara Lebih Spesifik: Tantangan dalam mengenali varian ayam dengan lebih jelas.
  • Umumnya Strain Khoy Dominan Tulangan Tipis: Varian ayam Brakot umumnya memiliki tulang tipis, menjadi kelemahan potensial.
  • Mental Kurang Bagus: Kekurangan dalam mental bertarung.
  • Kurang Mudah untuk Mendapatkan Gandengan: Kesulitan dalam menemukan pasangan cocok untuk bertarung bersama.
  • Kesulitan Mengalahkan Lawan yang Sama-sama Kuat dan Lebih Cerdik: Tantangan dalam menghadapi lawan selevel yang memiliki kecerdikan dan kekuatan sama.
  • Kalah dengan Teknik Pukul Depan dan Samping Lebih Cepat, dengan Sasaran Utama pada Salang/Bahu: Rentan kalah terhadap serangan cepat dari samping atau depan, terutama dengan sasaran pada bagian bahu atau salang lawan.
  • Tergantung dari Perawatan dan Kondisi Ayam: Performa Brakot sangat bergantung pada perawatan dan kondisi ayam tersebut.

Jadi dalam pertarungan, jika bertemu dengan lawan memiliki pola bertarung serupa tetapi lebih licik. Maka ayam Brakot mungkin akan kesulitan menemukan celah untuk menyerang. Bahkan, jika musuhnya lebih kuat, pertarungan bisa berlangsung lama karena Brakot cenderung menyerang tubuh lawan daripada bagian saraf vitalnya. Ini membuat jelas bahwa Brakot akan kesulitan dalam pertarungan melawan lawan lebih kuat.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *