Ayam Cochin: Keindahan, Jenis, dan Cara Merawatnya

ayam cochin

Researchpaperorder – Ayam Cochin adalah salah satu varietas ayam hias yang sangat di minati oleh masyarakat karena keindahan bulu dan bentuk tubuhnya yang unik. Asal-usul dari Ayam Cochin ini berasal dari negeri tirai bambu yakni China.

Ciri khas ayam ini sangat menarik, dengan bulu panjang yang melimpah, bahkan menutupi bagian belakang tubuhnya, serta bulu yang tumbuh di bagian kaki. Bentuk tubuhnya yang bulat melengkapi penampilannya yang mencolok. Kombinasi ini membuatnya sangat populer di kalangan penggemar ayam hias.

Meskipun Cochin telah di kembangbiakkan pada berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, namun populasi pada negara kita masih terbilang terbatas. Upaya untuk mengembangkan populasi ayam Cochin di Indonesia terus di lakukan.

Jenis Ayam Cochin Yang Unik dan Populer

Ayam Cochin memang menarik perhatian dengan beragam jenisnya yg unik. Berikut adalah beberapa jenis Ayam Cochin yang unik dan populer perlu Anda ketahui, antara lain:

Ayam Cochin Mini

Ayam mini ini sering di sebut “kate”. Mereka memiliki bentuk tubuh yg agak bulat, dengan bentuk ekor yang miring ke depan, dan kepala yang cenderung dekat dengan tanah di bandingkan dengan bulu ekornya. Kemiringan tubuh Ayam Cochin Mini inilah yg menjadi ciri khas utamanya, sehingga membuatnya terlihat sangat unik dan lucu.

Cochin Kapas

Ayam Cochin Kapas memiliki bulu putih yg halus, menyerupai kapas. Meskipun memiliki bulu yang berbeda, bentuk tubuhnya tidak jauh berbeda dengan Cochin pada umumnya. Dengan memiliki bulu panjang dan bentuk tubuhnya bulat, semakin menambah kecantikan dari Cochin Kapas.

Bantam Cochin

Bantam Cochin adalah jenis Cochin terbanyak di pelihara. Harganya relatif terjangkau sehingga masyarakat bisa memeliharanya tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam. Postur tubuhnya juga mirip dengan kate, bulat, dan lucu. Tidak mengherankan jenis bantam cochin ini banyak di pelihara oleh para pecinta ayam hias.

Giant Cochin

Seperti namanya, Giant Cochin memiliki postur tubuh yg besar dan cukup tinggi di banding dengan jenis lainnya. Di lihat dari postur tubuhnya, giant cochin ini mirip dengan Ayam Brahma. Selain di jadikan sebagai ayam hias, Giant Cochin ini juga sering di jadikan sebagai ayam pedaging. Bahkan ada yg mengambil bulunya untuk keperluan lain.

Ciri & Perbedaan Ayam Cochin Dengan Ayam Hias Brahma

Perbedaan antara Ayam Cochin dan Brahma cukup menarik untuk di ulas. Sebab keduanya memiliki tampilan yang hampir serupa namun tidak sama. Terlebih keduanya masih memiliki kerabat dekat dalam keluarga ayam. Salah satu perbedaan yg paling mencolok terletak pada bentuk jengger mereka. Cochin memiliki jengger berbentuk sisir, sementara Brahma memiliki jengger berbentuk telon. Berikut adalah beberapa ciri-ciri Ayam Cochin perlu Anda ketahui:

  • Berbulu tebal dengan variasi warna yg beragam, mulai dari putih, hitam, hingga warna-warna lainnya.
  • Produktivitas telur cenderung lebih rendah.
  • Bagian kaki juga tertutup bulu.
  • Cochin jantan memiliki bobot sekitar 4,5 – 5 kg, sedangkan betinanya sekitar 3,5 – 4 kg.
  • Cochin cenderung memiliki sifat untuk mengerami telur mereka sendiri.

Sementara itu, Ayam Brahma dapat di kategorikan sebagai ayam yang multifungsi. Mengapa demikian? Karena mereka dapat dianggap sebagai ayam pedaging karena ukurannya yang besar, ayam petelur karena kemampuannya menghasilkan telur dalam jumlah banyak, dan juga ayam hias karena keunikan bulunya.

Ayam Brahma berasal dari Brahmaputra, India, dan merupakan hasil persilangan antara Ayam Cochin dan Ayam Melayu. Kemudian, hasil persilangan tersebut dikawinkan dengan Ayam Gray Chittagong India, sehingga lahirlah Ayam Brahma yang kita kenal sekarang.

Cara Merawat dan Beternak Ayam Bantam Cochin

Jika Anda tertarik untuk memelihara Cochin, ada beberapa hal yg perlu Anda persiapkan agar usaha pemeliharaan Anda berhasil. Berikut adalah langkah-langkah dalam cara ternak ayam Cochin perlu Anda ketahui:

Persiapan Kandang

Langkah pertama adalah menyiapkan kandang untuk ayam Cochin. Ayam dewasa dapat dipelihara dengan cara dibiarkan berkeliaran di pekarangan Anda. Namun, jika tidak memungkinkan, Anda dapat mengurung atau mengandangkan mereka.

Kandang sebaiknya mendapat cukup sinar matahari. Lantainya dapat berupa pasir, tanah kering, atau rerumputan di bagian alasnya. Luas kandang minimal sekitar 2 x 2 meter. Untuk populasi yg optimal, disarankan satu jantan untuk dua betina dewasa. Jika jumlah ayam lebih banyak, luas kandang juga harus diperluas.

Untuk kandang anak ayam, Anda bisa menggunakan kotak kayu atau kardus besar yang dapat menutupi sirkulasi udara hingga 50%. Pastikan kandang anak ayam di beri lampu penerangan agar tetap hangat. Kandang yang hangat akan membantu menjaga kesehatan ayam dan memastikan mereka dapat makan dengan nyaman saat malam hari.

Pemilihan Bibit

Untuk memulai pemeliharaan ayam Cochin, Anda dapat memperolehnya dari indukan, remaja, atau anakan. Namun, penting untuk selalu memilih bibit yang terbaik dan unggul, terlepas dari usia atau jenisnya. Pada Bantam Cochin, perhatikan bentuk jenggernya yang bisa berupa besar, medium, atau kecil.

Baik untuk jantan maupun betina, pastikan bentuk tubuhnya sesuai dengan standar. Warna bulu tidak menjadi faktor utama, yang terpenting adalah memastikan bahwa bibit yang dipilih memiliki kualitas unggul. Anda dapat berkonsultasi dengan penjual untuk memastikan keunggulan bibit yang Anda beli. Kualitas bibit yang baik akan berdampak pada produktivitas ayam di masa mendatang.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan adalah hal utama dalam beternak ayam. Pastikan pemberian pakan sesuai dengan kebutuhan gizi ayam setiap harinya. Untuk ayam masih dalam fase anakan, berikan pakan dengan kandungan protein tinggi seperti voer atau BR. Hal ini penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.

Ketika ayam sudah memasuki fase perkembangan, Anda dapat memberikan pakan dengan kandungan konsentrat seperti bekatul, dedak, jagung, padi, atau jenis pakan lainnya. Saat memberikan pakan kepada ayam , Anda dapat mencampurkannya dengan irisan sayuran seperti kangkung, bayam, atau daun pepaya. Ini akan merangsang pertumbuhan bulu yang tetap indah dan juga memastikan kualitas telur yang baik.

Perawatan

Perawatan adalah bagian penting dalam pemeliharaan ayam, termasuk ayam Cochin. Karena daya tarik utamanya adalah bulunya, maka perawatan bulu harus dilakukan dengan benar. Salah satu masalah umum yang sering terjadi adalah saat musim hujan tiba. Kandang yang mudah basah akan membuat ayam cepat kotor, terutama bulu di kakinya yang bisa berlumpur. Pastikan kandang tetap terjaga kebersihannya dan kering bahkan saat musim hujan. Kondisi yang lembap dapat membuat bulu di bagian kaki mudah rontok, yang akan mengurangi keindahan ayam Cochin.

Selain itu, tungau dan kutu juga sering menjadi masalah pada bulu ayam. Untuk mencegah hal ini, Anda dapat menyemprotkan antiseptik dan obat anti-kutu secara rutin. Lakukan ini secara teratur untuk menjaga bulu tetap sehat, bersih, dan terawat. Selain itu, Anda perlu memandikan ayam secara teratur, sekitar 1-2 kali seminggu. Pemandian sebaiknya dilakukan pada siang hari antara jam 10 pagi hingga 2 siang. Hindari mandi saat cuaca sedang dingin atau lembab.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *