Ayam Kalkun: Jenis, Asal-usul, dan Manfaat Konsumsi Dagingnya

Ayam kalkun

Researchpaperorder – Ayam kalkun, merupakan jenis unggas berpostur besar, yang mana sebenarnya bukan berasal dari Indonesia. Melainkan asal-usulnya dari Kanada dan beberapa bagian benua Eropa lainnya. Keberagaman jenis dan warna menjadi ciri khas ayam kalkun, dan saat ini, Indonesia telah menjadi rumah bagi beberapa varietasnya. Beberapa jenis ayam kalkun yang dapat kita temukan di Indonesia antara lain adalah kalkun Bronze, kalkun Putih, kalkun Royal Palm, Kalkun Golden Palm, Kalkun Bourbon Red, dan Kalkun Self Buff. Menariknya, ada juga kalkun Black Spanish yang memiliki harga lebih tinggi jika kita bandingkan jenis lainnya.

Meskipun asalnya berbeda, pemeliharaan ayam kalkun secara umum mirip dengan perawatan ayam kampung biasa. Mereka dapat berbagi makanan dengan ayam kampung, namun perbedaannya terletak pada kegemaran ayam kalkun terhadap sayuran segar. Tidak mengherankan jika mereka dapat tumbuh dengan sangat cepat.

Sejak kecil, ayam kalkun sudah menunjukkan kesukaan mereka pada berbagai jenis sayuran, mulai dari bayam, kangkung, hingga daun pepaya. Bagi mereka kesulitan menghadapi pertumbuhan enceng gondok pada aliran sungai, memelihara kalkun bisa menjadi solusi dengan memberikan mereka irisan sayuran segar atau bahkan irisan enceng gondok. Bagi para calon peternak ayam kalkun, langkah pertama adalah mempersiapkan kandang sesuai dengan kebutuhan ayam kalkun. Selain itu, perawatan yang kita berikan akan bergantung pada usia ayam kalkun tersebut.

Mengenal Lebih Dekat Ayam Kalkun

Dalam bahasa Inggris, unggas yang kita kenal sebagai kalkun di sebut sebagai turkey, dan ini berasal dari ketika orang Eropa pertama kali melihat burung ini di Amerika. Teori pertama menyatakan bahwa mereka keliru mengidentifikasi kalkun sebagai Numida meleagris, burung asal Afrika di impor ke Eropa oleh pedagang Turki. Teori kedua menyatakan bahwa burung asli Amerika ini langsung di impor ke Inggris oleh pedagang Turki, sehingga di namakan sesuai dengan negara tersebut.

Nama ayam kalkun dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata kalkoen dalam Bahasa Belanda. Asal kata ini dapat kita telusuri hingga Kota Kalikut India. Sementara itu, dalam Bahasa Melayu, kalkun di sebut sebagai ayam Belanda. Selain Indonesia dan Belanda, penamaan serupa juga bisa kita temui di Denmark dan Norwegia (kalkun), Swedia (kalkon), Jerman (kalkuun), Finlandia (kalkkuna), dan Bahasa Papiamento (kalakuna). Kemungkinan besar, penamaan serupa ini karena pedagang membawa kalkun berasal dari Kota Kalikut.

Jenis unggas ini sendiri telah di budidayakan oleh penduduk kuno Meksiko. Masyarakat Maya dan Aztek telah mengembangkan budidaya kalkun untuk di jadikan sebagai bahan makanan dan sesaji. Resep khas untuk mengolah daging kalkun telah terjaga turun-temurun selama ratusan tahun. Sejak dulu, masakan berbahan dasar kalkun selalu di sajikan secara khusus hanya pada acara-acara istimewa. Tradisi ini masih terjaga, sehingga hingga kini hidangan kalkun hanya di sajikan pada perayaan khusus, menjadikan harga ayam kalkun menjadi tinggi.

Jenis Ayam Kalkun Yang Banyak Di Budidayakan

Seperti yang kita ketahui, ayam kalkun di budidayakan umumnya berasal dari spesies M. gallavapo. Keberlanjutan budidaya kalkun ini tidak hanya di pengaruhi oleh sejarahnya yang telah di ternakkan sejak masa bangsa Maya, tetapi juga karena ukuran fisiknya besar. Ada beberapa jenis kalkun populer dan banyak di budidayakan, antaranya:

White Holland

Sesuai dengan namanya, ayam kalkun ini memiliki bulu putih menutupi seluruh tubuhnya. Sebagian besar kalkun White Holland tidak di tujukan untuk konsumsi, melainkan lebih sering di jadikan sebagai ayam hias. Banyak orang tertarik untuk memelihara jenis ini sebagai peliharaan.

Black Spanish

Seperti White Holland yang di namai berdasarkan warna bulunya, kalkun Black Spanish juga mendapatkan nama serupa karena warna bulunya. Kalkun ini memiliki bulu hitam pekat pada seluruh tubuhnya, kecuali pada bagian kepala. Jenis kalkun ini termasuk langka, sehingga harganya sedikit lebih tinggi jika bandingkan dengan yang lain.

Kalkun Bronze

Jenis kalkun ini merupakan paling populer di Indonesia dan memiliki harga yang lebih terjangkau jika bandingkan dengan jenis lainnya. Kalkun Bronze umumnya di gunakan sebagai sumber konsumsi. Ciri utamanya adalah warna dasar bulunya hitam.

Royal Palm

Jenis kalkun berikutnya dapat kita temui di Indonesia adalah Royal Palm. Jenis ini merupakan hasil rekayasa perkawinan silang antara kalkun jenis Narragansett, Wild, dan Bronze. Melalui persilangan ini, terbentuk warna bulu putih-hitam dengan motif strip saling membentuk. Royal Palm menjadi pilihan menarik bagi mereka menginginkan variasi warna dan pola bulu yang unik pada kalkun mereka budidayakan.

Golden Palm

Golden Palm termasuk jenis kalkun mudah kita jumpai di Indonesia. Nama Golden Palm di berikan berdasarkan warna bulunya yang merupakan kombinasi coklat keemasan, putih, dan hitam. Jenis kalkun ini juga sering di jadikan sebagai sumber konsumsi.

Bourbon Red

Jenis kalkun ini termasuk sulit kita temui di Indonesia. Di kenali dengan bulu berwarna coklat kemerahan, sementara bagian sayapnya memiliki bulu berwarna putih. Meskipun termasuk langka, harga Bourbon Red tidak seberapa mahal jika bandingkan dengan Black Spanish.

Makanan Yang Umum Untuk Ayam Kalkun

Di Indonesia, jumlah peternak unggas yang membudidayakan kalkun semakin meningkat. Hal ini di sebabkan oleh peningkatan permintaan terhadap jenis unggas ini dan nilai jualnya tinggi. Selain itu, perawatan kalkun tidak terlalu rumit dan hampir mirip dengan perawatan jenis ayam lainnya. Berbicara tentang pakan, berikut adalah daftar makanan umumnya di berikan pada kalkun:

Sayuran dan Dedaunan

Jenis sayuran dan dedaunan baik sebagai pakan untuk kalkun seperti daun pisang, kangkung, eceng gondok, sawi, dan sebagainya. Perlu di ingat untuk membatasi pemberian daun pepaya kepada kalkun karena dapat menyebabkan kelumpuhan. Berdasarkan hasil penelitian, kita ketahui bahwa eceng gondok memiliki manfaat baik sebagai bahan makanan alternatif untuk kalkun karena kandungan protein kasarnya yang tinggi. Pemberian sayuran dan dedaunan ini dapat memberikan nutrisi yang di perlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan kalkun.

Nasi Aking

Nasi aking atau nasi sisa yang sudah di keringkan juga dapat kita berikan sebagai pakan untuk kalkun. Sebelum kita berikan, nasi aking perlu kita rendam dalam air panas terlebih dahulu agar menjadi lunak. Pemberian nasi aking bertujuan untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat kalkun sehingga tetap memiliki stamina. Namun, perlu hati-hati dalam memilih nasi aking yang masih dalam kondisi baik.

Voer atau BR

Voer atau BR, umumnya diberikan kepada peternak ayam, juga sering digunakan sebagai bahan makanan untuk kalkun. Hal ini karena kandungan protein dan karbohidrat tinggi pada Voer atau BR dapat mempercepat proses penggemukan kalkun. Biasanya, bahan makanan ini dicampur dengan bahan lain seperti bekatul untuk memberikan asupan gizi seimbang kepada kalkun.

Bekatul

Bekatul, atau juga dikenal sebagai dedak, merupakan hasil gilingan dari kulit padi yang digunakan sebagai campuran makanan ternak unggas. Selain itu, bekatul memiliki manfaat sebagai penambah nafsu makan bagi kalkun. Ketika memberi makan kalkun, disarankan untuk menggunakan bekatul halus, karena kalkun cenderung lebih menyukai teksturnya halus.

Manfaat Konsumsi Daging Ayam Kalkun

Daging kalkun memiliki manfaat yang sangat baik untuk dikonsumsi. Menurut hasil penelitian, kandungan gizi dalam daging kalkun diketahui lebih unggul dibandingkan dengan kandungan gizi pada ayam kampung, meskipun ayam kampung telah diakui sebagai salah satu sumber gizi terbaik lokal. Selain itu, tekstur daging kalkun juga tidak jauh berbeda dengan daging ayam kampung maupun daging bebek.

Pada bagian dada kalkun, terdapat prosentase protein sebesar 49%, yang 3% lebih tinggi dibandingkan dengan dada ayam kampung. Lebih lanjut, kandungan lemak pada daging kalkun berkisar antara 2% – 4%, jauh lebih rendah dibandingkan dengan ayam kampung yang memiliki rentang kandungan lemak antara 1% – 6%.

Setiap 300 gram daging kalkun mampu mencukupi kebutuhan kandungan Vitamin B3 harian. Vitamin B3 ini memiliki manfaat pada pengaturan lemak tubuh serta mengendalikan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, kandungan mineral dalam daging kalkun tidak berbeda jauh dengan kandungan mineral pada ayam kampung. Dengan demikian, konsumsi daging kalkun dapat menjadi pilihan yang baik untuk mendapatkan nutrisi yang seimbang dan mendukung kesehatan tubuh.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *