Ayam Mutiara Guineafowl: Jenis, Cara Merawat dan Fakta Menarik

ayam mutiara

Researchpaperorder – Ayam mutiara, yang juga di kenal sebagai Guineafowl, adalah jenis ayam yang tidak mampu terbang dan berasal dari habitat asli di Afrika. Salah satu ciri khasnya adalah bulunya yang berwarna abu-abu tua hingga kehitaman dengan bintik-bintik putih yang tersebar pada seluruh bagian tubuhnya. Ukuran tubuh ayam ini berkisar antara 40 hingga 70 cm dengan berat antara 700 gram hingga 1,5 kg, di mana Guineafowl betina cenderung memiliki berat badan yang sedikit lebih tinggi di bandingkan Guineafowl jantan.

Guineafowl cenderung membentuk kelompok, baik dalam kelompok besar maupun kecil. Mereka dapat di manfaatkan baik untuk daging maupun telurnya. Daging ayam mutiara memiliki tekstur yang sedikit lebih kering daripada daging ayam biasa, sementara telurnya kaya akan protein di banding telur ayam biasa. Namun, praktik beternak Guineafowl di Indonesia masih tergolong jarang. Perawatan ayam mutiara dapat di katakan cukup menantang, karena meskipun mereka mudah dalam hal pemberian makanan, namun sulit dalam proses penetasan telur, yang seringkali memerlukan bantuan alat atau induk dari jenis ayam lainnya.

Jenis Jenis Ayam Mutiara ( Guineafowl ) Berdasarkan Warna Bulu

Ayam mutiara ini sendiri di ketahui memiliki beberapa jenis yang di kategorikan berdasarkan warna bulu dan ciri khas lainnya. Berikut adalah beberapa jenis Guineafowl yang di kenal, antara lain :

Mutiara Hitam

Ayam Mutiara hitam memiliki warna bulu hitam pada seluruh bagian tubuhnya dengan bintik mutiara putih yg sangat menonjol.

Mutiara Putih

Jenis ini memiliki bulu berwarna putih pada seluruh bagian tubuhnya. Dengan motif mutiara pada bulu tidak begitu mencolok hal ini karena warna motif serupa dengan warna dasar bulu di milikinya.

Guineafowl Plangkok

Jenis Guineafowl plangkok memiliki bulu hitam dengan motif mutiara putih. Pada bagian perut, kepala, dan sayapnya biasanya berwarna putih, sementara pada bagian lehernya berwarna hitam. Sedangkan pada bagian paruh dan kakinya berwarna kuning.

Guineafowl Silver (Lavender)

Ayam Guineafowl Silver memiliki bulu berwarna abu-abu dengan bintik mutiara putih. Beberapa orang juga menyebutnya sebagai Guineafowl lavender. Pada bagian kepala cenderung berwarna hitam keputihan, sementara pada bagian kaki berwarna kuning keabu-abuan.

Perbedaan Antara Ayam Mutiara Jantan dan Mutiara Betina

Perbedaan fisik antara ayam mutiara jantan dan betina dapat menjadi panduan bagi Anda yg mungkin tertarik untuk memeliharanya sehingga dapat membedakan keduanya. Terutama bagi Anda yang belum mengetahui perbedaan antara jenis Guineafowl jantan maupun betina. Berikut adalah beberapa perbedaan yang dapat di cirikan, antara lain :

Pial

  • Guineafowl jantan memiliki pial yg berwarna merah cerah dan terlihat lebar.
  • Guineafowl betina memiliki pial dengan warna yg agak pudar dan bentuknya lebih kecil daripada ayam mutiara jantan.

Benjolan Hidung

  • Pada Guineafowl jantan, terdapat benjolan pada sekitar bagian hidungnya namun tidak begitu menonjol.
  • Sedangkan pada Guineafowl betina, benjolan pada sekitar hidungnya lebih besar dan menonjol.

Tanduk

  • Guineafowl jantan memiliki tanduk pada bagian atas kepala dengan bentuk tegak, tumpul, dan berwarna gelap.
  • Guineafowl betina memiliki tanduk dengan bentuk yg lebih tajam, cenderung melengkung ke belakang, dan kurang berisi.

Suara

  • Suara ayam Guineafowl jantan dan betina memiliki perbedaan yg dapat di kenali dengan mudah saat ayam tersebut mulai bersuara.

Cara Merawat dan Beternak Ayam Mutiara

Beternak ayam mutiara merupakan suatu hal yang terbilang cukup sulit dan tidak mudah. Namun hal ini bisa kita atasi dengan penuh kesabaran dan pengetahuan yang cukup. Di Indonesia sendiri, peternak ayam Guineafowl masih cukup jarang kita temukan. Hal ini karena dalam beternak ayam mutiara, penting untuk menciptakan lingkungan yg mirip dengan habitat aslinya di alam liar. Yang mana dengan kondisi lingkungan seperti ini dapat membantu ayam Guineafowl tumbuh dan berkembang dengan baik.

Upaya untuk menciptakan lingkungan yg sesuai ini meliputi aspek-aspek seperti suhu, kelembaban, dan kondisi lingkungan lainnya yang dapat memengaruhi kesejahteraan dan pertumbuhan ayam Guineafowl. Berikut adalah beberapa hal perlu diperhatikan saat ingin beternak ayam mutiara , antara lain :

Kandang Ayam

Kandang merupakan elemen kunci dalam beternak ayam mutiara. Untuk kandang harus di desain sedemikian rupa sehingga menyerupai habitat asli ayam Guineafowl . Penting untuk menyediakan tempat bertengger yg sesuai untuk pertumbuhan mereka. Pada siang hari, ayam Guineafowl biasanya di lepaskan pada sekitar kandang, sementara pada malam hari, mereka perlu kita masukkan ke kandang kembali untuk keamanan.

Pakan Makanan & Minuman

Nutrisi yang tepat sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan ayam mutiara. Pakan ayam Guineafowl harus di siapkan dengan cermat. Memberi pakan secara teratur dengan jumlah yg cukup akan berdampak pada produksi telur dan kesehatan secara keseluruhan.

Ayam mutiara memiliki pola makan yg beragam, karena secara alami mereka omnivora dan terbiasa mencari makanan di hutan. Mereka dapat mengonsumsi sayuran, biji-bijian, dan daging. Namun, untuk anak ayam, makanan yg lebih halus dan mudah di cerna di perlukan untuk mendukung pertumbuhan mereka.

Indukan Ayam Guineafowl

Pemilihan indukan ayam Guineafowl adalah langkah kunci dalam beternak. Pastikan untuk memilih indukan dengan kondisi tubuh yg baik dan bebas dari cacat. Kelincahan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Indukan yang dipilih diharapkan dapat memberikan bibit ayam mutiara yg berkualitas.

Perawatan Telur Ayam Guineafowl

Ayam mutiara cenderung lebih produktif saat musim hujan, sehingga produksi telurnya akan meningkat pada periode tersebut. Jumlah telur yang dihasilkan dapat mencapai 50 hingga 70 butir dalam satu kali bertelur. Namun, ayam Guineafowl tidak terlalu pandai dalam mengerami telurnya sendiri. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan bantuan lain seperti inkubator atau indukan ayam kampung untuk mengerami telur-telurnya. Proses inkubasi telur ayam Guineafowl membutuhkan waktu sekitar 28 hari.

Perkembangan Telur (Anakan Ayam Mutiara)

Perawatan khusus diperlukan dalam perkembangan telur menjadi anakan ayam mutiara, mengingat kondisi anakan yg masih lemah. Pastikan untuk menyediakan kandang khusus dengan pencahayaan dan suhu yg sesuai. Selain itu, pemberian makanan yg tepat waktu dan cukup sangat penting untuk memastikan pertumbuhan yang baik pada anakan ayam Guineafowl . Makanan yang cocok untuk anakan ayam Guineafowl termasuk sayuran halus atau konsentrat.

Fakta Menarik dari Ayam Mutiara

Ayam Mutiara, yang berasal dari keluarga Numididae, merupakan salah satu spesies yg paling populer. Habitat aslinya terletak di Afrika, terutama pada wilayah selatan Sahara. Namun, saat ini mereka telah tersebar luas pada berbagai belahan dunia sebagai hewan peliharaan.

Ayam Guineafowl telah berhasil dikembangbiakkan pada berbagai wilayah, mulai dari Hindia Barat, Amerika Utara, Australia, hingga Eropa. Mereka umumnya dipelihara untuk diperoleh daging dan telur mereka yang berkualitas. Dengan keunggulan adaptasi mereka yg baik, ayam Guineafowl telah menjadi salah satu spesies yg populer untuk budidaya pada berbagai negara. Terdapat beragam fakta menarik dari ayam Guineafowl , antara lain :

Tampilan Cantik

Tidak seperti ayam lokal yg umumnya memiliki penampilan yg sederhana, Ayam Mutiara memiliki karakteristik tampilan yg sangat cantik. Salah satu ciri khasnya adalah warna bulunya yang unik, yaitu abu-abu gelap dengan bintik-bintik putih yg tersebar pada seluruh tubuhnya. Bintik-bintik putih ini memberikan kesan yang indah dan menyerupai mutiara, sesuai dengan namanya.

Hobi Bertengger di Pohon

Meskipun umumnya ayam adalah unggas yg tidak memiliki kemampuan terbang yg tinggi dan cenderung hanya bertengger di tempat rendah, Ayam Guineafowl memiliki kemampuan terbang meskipun tidak terlalu jauh. Di habitat aslinya di alam liar, mereka sering terlihat terbang menuju ranting pohon pada malam hari untuk mencari tempat perlindungan.

Unggas Mudah Takut

Salah satu kelemahan yang dimiliki oleh Ayam Guineafowl adalah sifatnya yg mudah ketakutan dan memiliki suara yg cukup keras. Ketika mereka merasa terancam atau didekati oleh orang yang tidak ia kenal, mereka cenderung berkokok dengan keras sebagai respons terhadap situasi tersebut.

Tidak Mudah Jinak

Meskipun memiliki pesona cantik sebagai ayam hias, Ayam Mutiara termasuk dalam kategori satwa yang tidak mudah di jinakkan. Hal ini di sebabkan oleh kebiasaan mereka yang hidup di alam liar dan terbiasa dengan kehidupan di habitat alaminya.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *