Ayam Pheasant: Asal Usul, Ciri, Jenis dan Cara Memelihara

Ayam Pheasant

Researchpaperorder – Ayam Pheasant adalah jenis ayam yang memiliki keindahan bulu dan termasuk dalam keluarga Phasianidae. Di Indonesia, ayam Pheasant di kenal dengan beberapa nama seperti ayam Pegar, ayam Kuau, atau ayam Tibet. Di Eropa, ayam Pheasant sering di sebut sebagai gamebird, sementara di Jepang di kenal sebagai Green Pheasant (Phasianus versicolor) yang memiliki bulu dominan berwarna hijau.

Ayam Pheasant, atau yang di kenal juga sebagai ayam Pegar, memiliki berbagai jenis yang memiliki pola bertelur yang berbeda-beda. Sebagian jenis, seperti Ringneck Pheasant, mampu bertelur sepanjang tahun, sementara jenis lainnya, seperti Yellow Pheasant, hanya mampu bertelur sekali dalam setahun.

Dalam proses perkembangbiakannya, penting untuk di catat bahwa ayam Pheasant tidak mampu mengerami dan merawat anak-anaknya seperti halnya ayam biasa. Oleh karena itu, ketika bertelur, di sarankan untuk menggunakan mesin penetas telur agar telur-telur yang di hasilkan dapat berhasil di tetaskan. Dengan menggunakan mesin penetas telur, proses penetasan telur ayam Pheasant dapat di lakukan dengan lebih efisien dan efektif. Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, mari menyimak ulasan di bawah ini.

Asal Usul Ayam Pheasant

Ayam Pheasant atau sering di sebut dengan Ayam Ringneck Pheasant adalah salah satu jenis unggas yang memiliki bulu ekor yang panjang dan unik. Jenis ayam Pheasant tidak berasal dari Indonesia, melainkan dari negara Cina. Oleh karena itu, banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengenalnya dengan baik. Ayam ini sering di sebut juga dengan nama ayam pegar kalung, di karenakan adanya bulu putih di bagian leher yang menyerupai kalung.

Keunikan dari jenis Ringneck Pheasant ini tidak hanya pada penampilan fisiknya, tetapi juga pada sifatnya yang agresif. Meskipun agresif, sifat ini justru membuatnya tidak rentan terhadap stres saat berada di lingkungan baru. Selain itu, ayam ini termasuk dalam jenis ayam yang lincah. Dalam hal produktivitas telur, Ringneck Pheasant termasuk tinggi, dengan kemampuan menghasilkan 20-30 butir telur dalam satu periode.

Daya tarik dari Ringneck Pheasant tidak hanya pada sisi kepraktisannya sebagai hewan peternakan. Tetapi juga pada keindahan warna bulu dan postur tubuhnya yang unik, yang membuatnya di minati oleh para pecinta atau penghobi ayam. Jenis ayam ini juga tergolong tahan terhadap perubahan suhu lingkungan.

Ciri-Ciri Ayam Ringneck Pheasant

Ayam Ringneck Pheasant memang di kenal akan keindahan dan pesonanya yang memukau. Berikut adalah ciri-ciri khas dari Ringneck Pheasant:

  • Jengger Ringneck Pheasant berwarna merah.
  • Warna tubuhnya cenderung berwarna coklat.
  • Kepala Ringneck Pheasant memiliki warna kebiruan.
  • Bagian punggungnya umumnya berwarna putih.
  • Leher Ringneck Pheasant menampilkan bulu berwarna putih yang membentuk seperti kalung, menjadi salah satu ciri khas yang paling mencolok dari jenis ayam ini.

Ayam Ringneck Pheasant merupakan jenis ayam yang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Meskipun berasal dari Tiongkok, ayam ini mampu di pelihara di berbagai negara, termasuk Indonesia dan bahkan negara-negara di Eropa.

Pakan Untuk Ayam Pheasant

Mengenai pakan, karena ayam pheasant termasuk dalam kategori hewan omnivora, mereka dapat di beri berbagai jenis pakan. Namun, penting untuk memastikan bahwa pakan yang di berikan mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral yang di butuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan Ringneck Pheasant. Beberapa jenis pakan yang dapat di berikan untuk ayam pheasant meliputi:

  • Bekatul: Bekatul merupakan bagian luar dari biji-bijian yang terbungkus oleh sekam. Di Indonesia, bekatul sering di hasilkan dari proses penggilingan padi. Bekatul mengandung vitamin, protein, dan mineral yang penting untuk kesehatan ayam pheasant.
  • Dedak: Dedak juga merupakan hasil dari penggilingan padi, sering kali terdiri dari rambut atau kulit padi. Dedak memiliki kandungan serat kasar yang tinggi, lebih tinggi daripada bekatul.
  • Br (Voer): Br atau voer merupakan pakan yang khusus di siapkan untuk unggas, termasuk Ringneck pheasant.
  • Jagung halus: Jagung halus mengandung karbohidrat yang cukup tinggi dan dapat di berikan sebagai salah satu sumber energi untuk Ringneck pheasant.
  • Biji-bijian lainnya: Biji-bijian lain yang memiliki kandungan nutrisi yang baik juga dapat di berikan untuk mendukung pertumbuhan Ringneck pheasant.
  • Pepaya: Pepaya memiliki sifat antibiotik alami yang dapat bermanfaat bagi Ringneck pheasant. Namun, pemberian pepaya sebaiknya tidak terlalu sering untuk menjaga keseimbangan nutrisi dalam diet Ringneck pheasant.

Jenis Ayam Ringneck Pheasant Populer

Jika Anda berminat untuk memelihara Ringneck Pheasant, berikut adalah beberapa jenis yang bisa Anda pertimbangkan:

Pheasant Hijau

Jenis ayam ini cenderung memiliki warna hijau yang mendominasi bulunya. Biasanya warna hijau terlihat dari kepala hingga bagian badan ayam tersebut.

Pheasant Emas

Seperti namanya, ayam jenis ini memiliki warna dominan yang berkilauan seperti emas. Meskipun tidak semua bulunya berwarna emas murni, namun terdapat nuansa merah yang menyertainya. Kecantikan warna bulunya menjadikan ayam ini sangat diminati oleh para kolektor ayam Pheasant.

Lady Amherst Pheasant

Ayam Lady Amherst Pheasant menampilkan kombinasi warna yang beragam, termasuk merah, hijau, biru, dan putih dalam pola corak yang mencolok dan indah.

Pheasant Putih

Ayam Ringneck Pheasant biasanya disebut sebagai ayam yang memiliki ciri khas bulu berbentuk kalung di lehernya. Namun, ada juga jenis lain yang dikenal sebagai Ringneck Pheasant Putih. Ayam ini memiliki bulu putih bersih yang meliputi seluruh tubuhnya.

Ayam Tibet

Istilah “Ayam Tibet” sering digunakan untuk menyebut ayam Pheasant atau Ringneck Pheasant. Hal ini karena jenis ayam ini berasal dari dataran tinggi Tibet.

Silver Pheasant

Mirip dengan ayam Pheasant pada umumnya, namun ekornya dapat tumbuh lebih panjang. Pheasant Silver memiliki warna perak putih sebagai warna dominan pada bulunya.

Ringneck Pheasant

Istilah Ringneck Pheasant digunakan untuk Pheasant yang memiliki pola bulu seperti kalung putih di sekitar leher.

Ringneck Golden

Ayam Ringneck Golden memiliki ciri khas bulu putih di bagian kepala dan leher yang berubah menjadi warna coklat ke arah ekor, dengan corak hitam yang mencolok.

White Crested Kaleej Pheasant

Ayam ini memiliki ciri khas lingkar mata merah. Yang menarik adalah adanya bulu putih pada bagian jambulnya yang berbentuk seperti rambut, memberikan kesan yang unik.

Ringneck Merah

Mirip dengan Ringneck Pheasant pada umumnya, namun pada jenis ini, warna bulu sebagian besar tubuhnya adalah coklat kemerahan, dengan corak bulu putih berbentuk kalung di sekitar leher.

Cara Ternak dan Memelihara Ayam Ringneck Pheasant

Bagi Anda yang tertarik untuk memelihara ataupun beternak Ringneck Pheasant , bisa mengikuti panduan cara ternak dan memelihara berikut bawah ini:

Kandang Ayam

Kandang untuk memelihara Ringneck Pheasant relatif mudah dibuat. Anda dapat membuat kandang dengan ukuran sekitar 2 x 3 meter dan tinggi sekitar 2 meter. Untuk mencegah ayam keluar dari kandang, gunakan kawat strimin sebagai pagar kandang.

Ringneck Pheasant cenderung suka berada di atas tanah, sehingga tidak perlu memberikan alas tambahan seperti lantai. Namun, penting untuk menjaga kebersihan kandang agar ayam terhindar dari penyakit. Bersihkan kandang setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ayam.

Makanan Ayam

Pastikan makanan yang diberikan mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Biji-bijian serta buah-buahan seperti pepaya dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan gizi Ringneck Pheasant.

Perawatan Ayam

Pemberian makanan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan Ringneck Pheasant. Selain itu, menjaga kebersihan kandang juga merupakan hal yang krusial untuk mencegah timbulnya penyakit pada ayam. Perawatan khusus juga diperlukan bagi ayam yang sakit guna mencegah kematian.

Bibit

Pilihlah bibit Ringneck Pheasant dari induk yang memiliki kualitas unggul. Bagi para peternak yang sudah berpengalaman, biasanya mereka mampu memproduksi bibit dengan kualitas yang baik. Bibit yang berkualitas berasal dari perkawinan antara induk yang berkualitas tinggi pula.

Cara Menetaskan Telur

Setelah bertelur, ayam betina akan mengerami telurnya selama sekitar 23-24 hari. Namun, peternak biasanya menggunakan alat penetas telur untuk menetaskan telur Ringneck Pheasant. Setelah menetas, anak ayam perlu ditempatkan pada lingkungan dengan suhu yang konstan, biasanya antara 30 hingga 33 derajat Celsius, untuk memastikan kondisi yang optimal bagi perkembangan mereka.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *