Ayam Sussex: AsalUsul, Ciri, Klasifikasi & Pakan Terbaik

Ayam Sussex

Researchpaperorder – Ayam Sussex adalah salah satu strain ayam yang memiliki manfaat ganda dan berasal dari Britania, tepatnya Inggris. Masyarakat sekitar memelihara unggas ini untuk memperoleh telur dan daging. Sebenarnya, jika Anda memperhatikan, unggas ini sangat berguna untuk persilangan ayam maupun sebagai ayam hias. Dengan manfaat ganda yang di milikinya, ayam ini cocok di gunakan baik untuk menghasilkan daging maupun telur berkualitas serta sebagai ayam hias.

Ayam Sussex dapat memperindah setiap kandang di halaman belakang dengan bentuknya yang anggun, ramah, dan sedikit sentuhan grit yang menawan bagi yang melihatnya. Ayam ini sering di jadikan peserta dalam kontes ayam hias karena keanggunannya. Untuk di ketahui, bahwasanya watak atau sifat ayam ini sangat-sangat ramah dan juga begitu aktif dalam mencari makanan, sering berkeliling atau berputar-putar di sekitar kandang atau halaman belakang.

Sebagai salah satu ras unggas tertua, Sussex yang paling populer adalah Sussex berbintik. Jenis ini paling di minati dan merupakan yang tertua di antara varietas Sussex lainnya. Peternak atau kolektor terus mengembangbiakkan ayam ini karena kepopulerannya yang di dukung oleh bulu kontras berbintik-bintik yang indah dan karakternya yang ramah, jinak, serta mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan.

Ayam Sussex memiliki bulu yang lebat dan kemampuan luar biasa untuk menahan dingin, sehingga mampu bertahan dalam cuaca atau iklim yang lebih dingin. Namun, mereka lebih rentan terhadap iklim panas. Jika Anda belum terlalu familiar dengan ayam ini karena masih jarang di temui, dan pengetahuan tentangnya mungkin hanya sebatas dari percakapan orang. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan memberikan ulasan lengkap mengenai ayam Sussex.

Asal Usul Sejarah Ayam Sussex

Sejarah Ayam Sussex bermula dari Kaunti yang terletak di tenggara Negara Inggris. Menurut informasi yang kami miliki, jenis ayam ini merupakan yang tertua di Britania. Pada tahun 1485, unggas Old Sussex atau Kent pertama kali di pamerkan di ZOO London.

Pada awalnya, ayam tertua ini tidak di daftarkan dalam standar unggas edisi pertama. Namun, melalui pameran unggas yang di adakan oleh William Bernhardt Tegermeier sekitar tahun 1865, ayam ini menjadi standar kesempurnaan. Kemudian, pada tahun 1902, Ayam Sussex mulai di daftarkan bersama dengan beberapa variasi lainnya seperti warna putih, merah, dan rintik.

Pembagian jenis warna bulu ini di pengaruhi oleh adanya strain ayam Brahma, Cochin, dan Dorking. Awalnya, warna merah pada Ayam Sussex memiliki dada hitam dan bulu merah-perak yang di pengaruhi oleh ayam laga India.

Kemudian, munculnya hibrida komersial menjelang Perang Dunia Kedua. Dengan demikian, Ayam Sussex dan RIR (Rhode Island Red) menjadi dua strain pedaging paling populer di United Kingdom. Meskipun ukurannya cenderung lebih kecil dan corak bulunya kurang menarik untuk kontes atau pameran, namun Ayam Sussex tetap menjadi pilihan yang baik sebagai penghasil telur.

Ciri-Ciri dan Karakteristik Ayam Sussex

Untuk mengenal lebih jauh ciri dan karakteristik fisik Ayam Sussex, Anda dapat mengamati secara visual. Pada pandangan pertama, mungkin terlihat mirip dengan Ayam Brahma karena memiliki corak bulu yang hampir serupa. Namun, ada perbedaan yang membedakan kedua jenis ini, berikut penjelasannya:

  • Badan ayam Sussex cenderung panjang.
  • Struktur tulang dada lurus dan panjang.
  • Badan ayam membentuk segi empat dengan presisi.
  • Bola matanya berwarna merah pada jenis yg berbulu gelap, sementara yg yang berbulu terang, bola matanya cenderung terang.
  • Kulit dan kaki berwarna putih.
  • Cuping telinga berwarna merah.
  • Ayam jantan dewasa memiliki berat sekitar 4,1 kg, sedangkan betina sekitar 3,2 kg.
  • Telur yg di hasilkan memiliki cangkang berwarna putih.

Dengan memahami ciri dan karakteristik ini, Anda dapat membedakan Ayam Sussex dari jenis ayam lainnya, termasuk Ayam Brahma.

Klasifikasi Varian Ayam Sussex Berdasarkan Warna Bulu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Ayam Sussex memiliki tiga klasifikasi warna bulu yang berbeda. Ketiganya memiliki persamaan dan perbedaan, terutama dalam ciri khas fisiknya. Jika Anda berminat untuk menangkarkan ayam ini, Anda bisa mencari para importir ayam, terutama di wilayah Eropa. Meskipun mungkin memerlukan investasi yang cukup besar, namun keuntungannya juga sangat menjanjikan. Anda dapat memilih untuk beternak ayam ini sebagai ayam ras kampung, menjadikannya ayam hias, atau sebagai produsen telur. Dengan demikian, Anda dapat memanfaatkan potensi keuntungan yg beragam dari pemeliharaan Ayam Sussex. Berikut bawah ini adalah klasifikasi varian Ayam Sussex , antara lain :

Light Sussex

Varian pertama Ayam Sussex memiliki kemiripan dengan Ayam Brahma pada pandangan pertama, tetapi perbedaan utamanya terletak pada ukuran bobot dan produksi telurnya. Meskipun Sussex termasuk jenis yg tenang dan mudah beradaptasi, namun harganya relatif mahal. Ciri fisik dari jenis ini adalah bulu dasarnya berwarna putih bersih, dengan corak hitam pada bagian ekor dan leher yg dilapisi putih di sepanjang tepinya, terutama pada bulu leher.

Sussex Buff

Buff adalah varian Sussex yg memiliki warna merah cerah atau mirip dengan corak merah sapi. Seluruh fisik ayam ini memiliki warna dasar yang sama, namun bagian ekor dan sebagian besar leher ditandai dengan warna hitam kemerahan. Perbedaan paling mencolok terletak pada warna mata, yang bisa berwarna orange atau merah. Warna mata ini umumnya bergantung pada warna dasar bulu ayam, apakah gelap atau terang. Itulah beberapa ciri fisik dari Sussex varian Buff.

Sussex Rintik

Bintik atau trotol pada bulu Sussex menjadi ciri khas yg tidak dapat dihapuskan. Keberadaan trotol ini membedakannya dari jenis warna lainnya. Selain itu, trotol juga merupakan karakteristik yang paling kuno.

Ciri khas dari Sussex ini adalah warna dasarnya yang putih dengan sentuhan hitam kemerahan. Jika diamati secara detail, warna kemerahannya mirip dengan gula jawa atau aren, dengan bulu putih-hitam yang melingkupinya. Mata ayam ini biasanya bercorak merah karena warna bulunya yang gelap.

Warna kaki dari ketiga varietas di atas sama, yaitu putih, begitu pula dengan warna cupingnya. Jika terdapat perbedaan dalam warna tersebut, mungkin ayam tersebut telah mengalami perkawinan silang dengan jenis ayam lainnya, yang berarti tidak lagi merupakan galur murni dari Ayam Sussex dual guna.

Keunggulan dari Varietas Ayam Sussex

Berdasarkan tradisi masyarakat Inggris, Ayam Sussex dipelihara untuk dijadikan hidangan atau hewan sembelihan. Pada awal 1920-an, menjelang Perang Dunia, unggas ini masih menjadi salah satu ayam utama untuk menghasilkan daging. Namun, seiring perkembangan zaman, konsumsi Ayam Sussex mengalami penurunan karena munculnya ayam hibrida industri modern. Meskipun demikian, kelebihan Sussex tetap banyak, di antaranya:

  • Menghasilkan telur sebanyak 180-200 butir setiap tahunnya.
  • Bobot telur mencapai 60 gram.
  • Cocok untuk dipelihara sebagai ayam kontes, hiasan, atau untuk pameran.
  • Sifatnya yang jinak dan tidak mudah stres.
  • Mampu berkamuflase secara alami untuk menyamarkan diri dari hewan buas.
  • Anakan Sussex dual guna dapat dipanen pada usia 12-16 minggu.
  • Cangkang telurnya mirip dengan ayam kampung.
  • Sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.
  • Memiliki kekebalan fisik yg baik meskipun dipelihara di iklim tropis.

Pakan Terbaik untuk Ayam Sussex

Pakan untuk Ayam Sussex perlu di perhatikan dengan seksama. Biasanya, ayam ini di beri makan sekitar ¼ pon atau sekitar 0,11 kg makanan per hari. Peternak atau pemelihara disarankan untuk menjadwalkan waktu pemberian makan secara teratur dan tidak berlebihan.

Penting bagi peternak atau pemelihara untuk membaca panduan pemberian pakan agar ayam dapat makan dengan baik dan benar. Berikan pakan reguler dengan kandungan protein sekitar 16% sepanjang tahun. Namun, ketika ayam Sussex mulai bertelur, kami sarankan untuk meningkatkan persentase protein dalam pakan makanannya menjadi 18-20%. Setelah periode bertelur selesai, pakan dapat di kembalikan ke tingkat awal sekitar 16%.

Selain memperhatikan jenis pakan yang di berikan, pastikan juga menyediakan cangkang tiram dalam wadah terpisah agar ayam yang membutuhkannya dapat mengambilnya dengan mudah. Khususnya untuk jenis ayam yang tidak dapat terbang bebas, di sarankan untuk menambahkan semangkuk pasir yang tidak mudah larut untuk membantu pencernaan mereka.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *