Cara Budidaya Ayam Petelur Untuk Pemula

Cara Budidaya Ayam Petelur

Researchpaperorder – Bagi orang yang baru memasuki dunia bisnis, memulai usaha peternakan ayam petelur tentu memerlukan panduan serta cara budidaya ayam petelur yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Saat memulai dalam skala pemula, penting untuk memperhatikan aspek biaya dan kualitas teknis yang di perlukan. Ada beberapa hal penting yang perlu di perhatikan terkait budidaya ayam petelur dalam skala pemula, di antaranya:

  • Menetapkan jumlah ayam yang akan di budidayakan.
  • Memperhatikan kualitas pakan yang di berikan kepada ayam.
  • Menerapkan teknis perawatan yg tepat untuk memastikan kesehatan dan produktivitas ayam.
  • Mengetahui cara penanganan penyakit yg mungkin timbul pada ayam petelur.

Dari poin-poin tersebut, terlihat bahwa ada beberapa persyaratan yang harus di penuhi saat memulai budidaya ayam petelur. Dengan mengikuti panduan dan cara budidaya ayam petelur yang tepat, Anda dapat menjalankan budidaya ayam petelur secara efektif. Selain itu, penting juga untuk memperhatikan peluang yang ada dalam budidaya ayam petelur dalam skala pemula.

Jenis Ayam Petelur

Sebelum memulai dan memahami cara budidaya ayam petelur untuk pemula, penting untuk mengetahui bahwa dalam budidaya ayam petelur, terdapat dua jenis utama yang perlu di pahami, yaitu Ayam Petelur Ringan dan Ayam Petelur Medium.

Ayam Petelur Ringan

Jenis ini memiliki bobot tubuh yang lebih ringan di bandingkan dengan jenis ayam petelur lainnya. Ayam ini sering di sebut sebagai ayam petelur putih karena warna bulunya yang cenderung putih dan juga telurnya. Tubuhnya cenderung ramping dan kurus, dengan jengger berwarna merah. Fokus utama dari ayam ini adalah untuk produksi telur, dengan rata-rata mencapai 260-280 butir per tahun.

Ayam Petelur Medium

Berbeda dengan ayam petelur ringan, jenis ini memiliki bobot tubuh yang lebih besar meskipun tidak seberat ayam pedaging seperti ayam broiler. Ayam ini memiliki keunggulan karena selain menghasilkan telur, dagingnya juga dapat dijual. Mayoritas ayam petelur medium memiliki bulu berwarna coklat, serupa dengan warna telur yang dihasilkan. Rata-rata, produksi telur dari jenis ini dapat mencapai 270-290 butir per tahun.

Dengan memahami perbedaan antara kedua jenis ayam petelur ini, peternak dapat memilih jenis yg sesuai dengan kebutuhan dan tujuan budidayanya.

Persyaratan Awal Sebelum Memulai Budidaya Ayam Petelur

Untuk memulai usaha budidaya ayam petelur, terdapat beberapa persyaratan awal sebelum menjalankan cara budidaya ayam petelur agar peternakannya sukses. Berikut bawah ini beberapa persyaratannya antara lain :

Lokasi

  • Lokasi yang Jauh dari Keramaian/Perumahan Penduduk: Pemilihan lokasi yang jauh dari pemukiman penduduk penting untuk mengurangi dampak lingkungan yang dapat mengganggu masyarakat sekitar, seperti bau kotoran dan limbah peternakan.
  • Lokasi Mudah Dijangkau dari Pusat-Pusat Pemasaran: Lokasi yg dekat dengan pusat-pusat pemasaran akan membantu dalam mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan keuntungan.
  • Lokasi Tetap atau Tidak Berpindah-Pindah: Kestabilan lokasi sangat penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan stakeholders. Peternakan sebaiknya dibangun secara permanen atau semi-permanen untuk menjaga stabilitas.

Sarana dan Peralatan

  • Kandang: Persiapan kandang merupakan faktor penting dalam kesuksesan budidaya ayam petelur. Inovasi dalam penggunaan lokasi yang terbatas akan membantu memaksimalkan hasil.
  • Suhu Kandang 32,5°C – 35°C: Suhu kandang harus di atur sedemikian rupa hal ini bertujuan agar ideal untuk ayam petelur. Penggunaan lampu pemanas bisa di lakukan jika suhu sekitar lebih rendah dari yang di sarankan.
  • Kelembaban Berkisar Antara 60–70%: Kelembaban yg tepat di kandang penting untuk menjaga produktivitas ayam. Kelebihan kelembaban bisa di manfaatkan karena Indonesia memiliki iklim tropis.
  • Penerangan dan/atau Pemanasan Kandang: Pemanasan di perlukan jika suhu lingkungan rendah. Lampu pemanas sebaiknya di gunakan pada malam hari ketika suhu lebih rendah.

Cara Budidaya Ayam Petelur Agar Cepat Bertelur

Pada kesempatan ini, kami akan membagikan panduan lengkap tentang cara budidaya ayam petelur untuk pemula yang telah terbukti dapat meningkatkan hasil panen.

Tentukan Sistem Kandang

Cara budidaya ayam petelur yang pertama tentunya perlu menyiapkan kandang yg sesuai. Berikut adalah dua jenis kandang yang dapat dipertimbangkan:

  • Sistem Kandang Koloni: Kandang ini di rancang untuk menampung sejumlah ayam dalam satu kelompok. Biasanya di gunakan untuk menampung DOC (Day Old Chick) atau ayam dewasa dalam jumlah besar di setiap sekatnya. Budidaya ayam pada kandang jenis ini di mulai dari saat ayam masuk kandang hingga produksi telur. Kandang koloni sering di pilih karena efisiensi lahan dan biaya pembuatannya yg lebih rendah.
  • Sistem Kandang Individual: Berbeda dengan kandang koloni, kandang individual menempatkan satu ayam di setiap kandangnya. Meskipun memakan banyak ruang, kandang ini lebih mudah dalam pengontrolannya. Arah kandang sebaiknya di susun dari timur ke barat untuk mengurangi penumpukan panas di dalam kandang. Dengan demikian, kandang hanya menerima sinar matahari langsung pada pagi dan sore hari saja. Letak antara kandang satu dengan yg lainnya harus di sesuaikan dengan kelompok umur ayam yang di pelihara.

Memilih jenis kendang yang tepat adalah langkah penting dalam memastikan kesuksesan budidaya ayam petelur.

Siapkan Peralatan

Langkah selanjutnya dalam cara budidaya ayam petelur adalah melengkapi peralatan yang di perlukan di dalam kandang ayam. Beberapa peralatan utama yang perlu di siapkan meliputi tempat pakan, tempat minum, tempat penyimpanan ransum, tempat suplemen, sistem pencahayaan, alas lantai (litter), tempat bertelur, dan tempat bertengger.

  • Tempat Pakan: Umumnya menggunakan pipa paralon yang di belah, namun untuk mengurangi kehilangan pakan, lebih baik menggunakan tempat pakan berbentuk trapesium.
  • Tempat Minum: Penggunaan Nipple adalah pilihan yg efisien dan optimal. Alternatifnya, botol bekas air mineral yang di belah menjadi dua juga bisa di gunakan, namun harus di jaga kebersihannya untuk mencegah penyakit.
  • Tempat Ransum: Di gunakan untuk meletakkan makanan ayam dengan berbagai kapasitas, memudahkan peternak dalam menyesuaikan kebutuhan kandangnya. Tempat ransum biasanya di gunakan pada kandang koloni.
  • Tempat Suplemen: Suplemen menjadi komponen penting dalam perawatan ternak ayam. Salah satu yg di rekomendasikan adalah Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Ternak. Terbuat dari bahan organik dan mengandung bakteri baik yg berperan dalam menjaga kesehatan ayam. Suplemen ini dapat di campurkan ke dalam pakan atau air minum dengan mudah.
  • Sistem Alat Penerangan: Lampu sangat penting dalam kandang ayam petelur untuk menjaga suhu dan memberikan cahaya yang tepat. Penelitian menunjukkan bahwa fungsi lampu berpengaruh pada proses kematangan organ reproduksi ayam. Intensitas cahaya yg di perlukan berkisar antara 10-20 lux selama masa produksi telur. Untuk mencapai intensitas tersebut, di perlukan sekitar 17 lampu pijar 15 watt dengan jarak 3 meter per lampu.
  • Litter (Alas Lantai): Lantai kandang dapat menggunakan sekam padi dengan ketebalan sekitar 10 cm. Penting untuk menjaga kebersihan lantai kandang agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya jamur dan penyakit.
  • Tempat Bertelur: Tempat ini di rancang untuk memudahkan panen telur dan menjaga kebersihan telur. Biasanya berbentuk kotak dengan ukuran 30x35x45 cm dan di tempatkan di pojok kandang untuk memudahkan pengambilan telur dari luar.
  • Tempat Bertengger: Di gunakan sebagai tempat istirahat bagi ayam dan di buat tertutup untuk melindungi dari angin. Letaknya biasanya lebih rendah dari tempat bertelur untuk membedakan fungsi antara tempat istirahat dan tempat bertelur.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *