Cara Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula Agar Cepat Panen

Cara Ternak Ayam Kampung

Researchpaperorder – Memelihara ayam kampung untuk mendapatkan panen yang cepat memang memerlukan perhatian dan strategi cara ternak ayam kampung yang tepat untuk pemula agar cepat panen. Dulu, metode tradisional menjadi pilihan utama para peternak. Mereka biasanya membuat kandang sederhana untuk ayam kampung dan memberikan pakan dasar. Ayam-ayam itu kemudian di biarkan berkeliaran bebas, dan saat sore tiba, mereka akan kembali ke kandang.

Meskipun cara ternak ayam kampung ini masih umum di lakukan, terutama oleh mereka yang hanya memelihara ayam kampung sebagai usaha sampingan, hasilnya seringkali tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, untuk mendapatkan panen yang lebih maksimal, di perlukan beberapa langkah tambahan dalam cara ternak ayam kampung yang tepat khususnya untuk pemula.

Dalam beternak ayam kampung, jika di lakukan dengan cara yang tepat maka dapat memberikan hasil yang sangat menjanjikan, bahkan dapat menjadi sumber penghasilan utama bagi keluarga. Misalnya, dalam setahun, seekor ayam betina dapat mengerami telurnya minimal 5 kali. Jika setiap kali menetas menghasilkan sekitar 10 ekor anak ayam, maka dalam satu tahun bisa mendapatkan sekitar 50 ekor. Bayangkan jika Anda memiliki 10 atau bahkan 50 indukan betina. Tentunya akan sangat menguntungkan bukan ? Oleh sebab itu mari menyimak ulasan bawah ini, kami akan mengulas cara ternak ayam kampung khususnya untuk pemula agar lebih cepat panen.

Cara Ternak Ayam Kampung Untuk Pemula Agar Cepat Panen

Meskipun cara ternak ayam kampung tradisional sudah baik, namun ada metode yang lebih tepat dan terbukti lebih efektif. Dengan menggunakan metode cara ternak ayam kampung ini, para pemula dapat menghasilkan keuntungan yang melimpah dan bahkan menjadikannya sebagai sumber penghasilan utama. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti tutorial tentang cara ternak ayam kampung agar mendapatkan hasil panen yang cepat dan maksimal. Untuk membantu Anda dalam mengoptimalkan keuntungan beternak ayam kampung, berikut beberapa cara ternak ayam kampung untuk pemula agar lebih cepat panen antara lain:

Persiapan Kandang

Tahap awal dalam cara ternak ayam kampung adalah menyiapkan kandang. Di sarankan untuk memilih lokasi kandang yang tidak terlalu jauh dari rumah kita agar memudahkan pengawasan. Namun, perlu di ingat juga untuk tidak menempatkannya terlalu dekat dengan pemukiman agar tidak mengganggu masyarakat sekitar. Kandang dapat di bedakan menjadi dua jenis, yaitu kandang untuk memelihara DOC ayam kampung dan kandang untuk memelihara ayam kampung dewasa. Berikut bawah ini jenis-jenis kandang yang di perlukan, antara lain :

Kandang Brooding

Untuk kandang brooding atau kandang untuk masa pembibitan, Anda dapat menggunakan kandang kotak standar. Untuk menampung 100 dokumen ayam, kandang perlu memiliki luas sekitar 2 x 2 meter. Sedangkan kandang untuk ayam kampung dewasa sebaiknya memiliki luas sekitar 4 meter persegi yang mampu menampung sekitar 225 ekor ayam.

Setiap kandang di sesuaikan dengan kebutuhan ayam kampung berdasarkan usianya. Komponen penting dalam kandang pembibitan adalah pemanasnya. Di sarankan untuk menggunakan lampu dengan daya 60 watt untuk setiap 100 ekor ayam. Dengan demikian, di dalam kandang Anda dapat menggunakan 2 buah bola lampu dengan daya masing-masing 30 watt.

Kandang Pembesaran

Setelah beberapa hari berada di kandang induk, ayam di pindahkan ke kandang pemeliharaan. Terdapat dua jenis kandang yang umum di gunakan, yaitu kandang ren dan kandang postal litter.

Kandang Ren

Kandang ren merupakan kandang terbuka yang di kelilingi oleh pagar tinggi. Pagar ini harus memiliki ketinggian minimal 3 meter, karena jika lebih rendah, ayam masih bisa terbang melintasinya. Kandang ini biasanya terbagi menjadi dua bagian, yakni bagian peneduh dan bagian swarming.

Secara keseluruhan, luas area slinging dalam kandang ini mencakup sekitar 2/3 dari total luas kandang, sementara sisanya di alokasikan sebagai area peneduh. Metode ini terbukti sangat efektif untuk beternak ayam kampung.

Teknik beternak ayam ini juga di kenal sebagai semi intensif farming. Meskipun pada dasarnya ayam kampung tidak sepenuhnya terkurung dalam kandang, namun mereka tetap di tempatkan dalam satu area yang luas dan di perbolehkan berkeliling di pekarangan.

Kandang Postal

Kandang pos atau kandang litter biasanya di peruntukkan untuk beternak ayam atau broiler, tetapi juga dapat di gunakan untuk beternak ayam kampung. Peternak ayam kampung memilih jenis kandang ini karena mereka mengarahkan budidaya ayam kampung mereka sebagai ayam untuk pemeliharaan atau untuk daging.

Ada dua model utama dari kandang pos, yaitu kandang postal litter dan stage postal. Kandang postal litter terbuat dari tanah liat yang di lapisi dengan sekam dan kapur. Hal ini bertujuan untuk menyerap kotoran agar lantai kandang tidak mudah basah oleh kotoran ayam itu sendiri. Kapur di gunakan untuk mencegah perkembangbiakan penyakit yang di sebabkan oleh kotoran ayam.

Sedangkan kandang postal stage di buat dengan model panggung, dengan ketinggian antara tanah dan lantai dasar kandang sekitar 2 meter. Tujuan dari pembuatan kandang yang ditinggikan adalah agar kotoran ayam jatuh langsung ke tanah. Sehingga ayam tidak bersentuhan atau berinteraksi langsung dengan kotoran ayam yang banyak.

Selain kandang, perlengkapan pendukung lainnya seperti tempat pakan dan tempat minum juga perlu di siapkan sebelum kedatangan dok ayam kampung. Hal ini merupakan langkah penting dalam persiapan beternak ayam kampung.

Pemilihan Bibit Ayam

Setelah kandang dan peralatan telah di siapkan, cara ternak ayam kampung berikutnya adalah mencari bibit ayam kampung yang baik. Bagi peternak yang ingin efisien, bisa mendapatkan anak ayam dengan membeli DOC (Day Old Chicken) atau anak ayam yang baru menetas.

Jika Anda tidak ingin membelinya, Anda juga bisa menetaskannya sendiri menggunakan inkubator. Sebelum membeli DOC ayam kampung, penting untuk menghitung jumlah ayam yang ingin Anda beli dan sesuaikan dengan ukuran kandang yang Anda miliki.

Selanjutnya,cara ternak ayam kampung yakni dengan perhitungkan modal yang di butuhkan, terutama terkait dengan pengeluaran pakan di masa mendatang. Membeli DOC ayam joper ini lebih efisien daripada harus menetaskan ayam sendiri. Jika Anda memilih untuk menetaskan sendiri, artinya Anda harus memiliki telur terlebih dahulu. Telur ini dapat di peroleh dari ayam yang Anda miliki atau di beli dari peternak lain.

Salah satu kerugian dari menetaskan sendiri adalah Anda perlu mengurus persediaan telur dalam jumlah tertentu dan harus memiliki mesin penetas telur sendiri untuk menetaskan telur tersebut.

Selain mempertimbangkan untuk menetaskan telur atau tidak, Anda juga perlu memilih jenis anak ayam yang tepat. Ada beberapa pilihan, seperti ayam Super Jawa (Joper), ayam buras berkualitas untuk Balitnak, atau ayam kampung biasa. Ayam Joper di klaim memiliki pertumbuhan yang lebih cepat dari biasanya, sementara ayam kampung biasa tetap di minati karena di kenal luas oleh masyarakat.

Pakan Ayam Kampung Kualitas Super

Cara ternak ayam kampung agar cepat panen berikutnya yakni memberikan pakan kualitas super. Di mana rata-rata, ayam kampung membutuhkan sekitar 2,2 kg pakan per ekor dari masa DOC hingga siap panen. Pakan tersebut dapat terdiri dari campuran jagung giling, beras merah giling, dedak, atau dedak untuk menjaga agar biaya tetap terjangkau sambil memberikan nutrisi yang cukup.

Meskipun belum banyak pabrik yang memproduksi pakan khusus untuk ayam kampung, terdapat beberapa jenis pakan alternatif yang dapat digunakan, seperti pakan ayam arab, ayam poncin, atau ayam kampung unggul. Hal ini memberikan variasi dan opsi bagi peternak dalam memberikan pakan yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi ayam kampung yang mereka ternakkan.

Seperti kita ketahui, dalam memberi pakan kepada ayam kampung bisa menjadi biaya yang mahal. Untuk mengatasi biaya pakan yang mahal, banyak peternak membuat campuran pakan sendiri. Ayam kampung membutuhkan protein kasar sekitar 12% dan energi sekitar 2.500 kkal/kg. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut:

  • Pakan untuk ayam usia 0 – 2 bulan dapat menggunakan pakan yang biasanya digunakan untuk ayam broiler.
  • Ayam usia 2-4 bulan dapat diberikan pakan broiler yang dicampur dengan dedak dan jagung dengan perbandingan 1:3:1.
  • Untuk ayam usia di atas 4 bulan, campuran layer dengan dedak atau jagung dalam perbandingan 1:2 dapat diberikan. Berikan juga hijauan sebanyak 20% dari kebutuhan pakan.
  • Saat ayam mulai bertelur, biasanya pada usia lebih dari 6 bulan, berikan campuran pakan ayam petelur dan dedak dengan perbandingan 1:1. Tambahkan juga hijauan sebanyak 25% dari kebutuhan pakan.

Jika Anda ingin menghindari membeli pakan pabrik, Anda bisa membuat pakan dari sumber nutrisi alternatif. Seperti talas (umbi dan daun), beras murah atau sisa, dedak, tepung tulang, atau cangkang bekicot. Selain itu, untuk pakan tambahan, Anda dapat mencari sisa makanan rumah tangga, restoran, atau sisa pengolahan makanan seperti ampas tahu. Pekarangan yang dibiarkan dan dirawat biasanya akan tumbuh hijauan hijauan, yang juga bisa menjadi pakan tambahan yang baik untuk ayam kampung.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *