Jenis Penyakit Ayam Dan Obatnya Serta Cara Mengatasinya

jenis penyakit ayam dan obatnya

Researchpaperorder – Penyakit ayam seringkali menjadi kendala yang di hadapi oleh para peternak. Oleh karena itu, sebagai peternak Anda harus memahami jenis penyakit ayam dan obatnya yang tepat untuk mengatasinya. Terutama bagi Anda yang beternak ayam, khususnya jenis ayam bangkok yang seringkali di ikutsertakan dalam berbagai kompetisi di berbagai kejuaraan. Kegagahannya dan kekuatan ototnya membuatnya tetap menjadi favorit di kalangan pecinta ayam hias. Namun seperti unggas pada umumnya, ayam bangkok dan jenis ayam lainnya juga rentan terserang penyakit.

Jika tidak di tangani dengan cepat, dengan mengetahui jenis penyakit ayam dan obatnya dapat menyebabkan kematian pada ayam. Untuk mengurangi risiko kerugian akibat serangan penyakit, penting bagi Anda untuk memahami jenis penyakit ayam dan obatnya serta berbagai penyebabnya, serta cara mengatasinya. Pada kesempatan ini, kami akan memberikan ulasan mengenai berbagai jenis penyakit ayam dan obatnya melalui ulasan di bawah ini.

Jenis Penyakit Ayam

Mengetahui jenis-jenis penyakit ayam yang umum serta cara pencegahan dan penanggulangannya menjadi hal yg penting bagi setiap pemiliknya. Berikut bawah ini adalah jenis penyakit ayam yang kerap kali menyerang antara lain :

Berak Kapur (Pullorum)

Penyakit ini di sebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Serangan bakteri ini memiliki efek yg berbeda tergantung pada usia ayam. Pada ayam muda, infeksi ini di tandai dengan kotoran berwarna putih, penurunan nafsu makan, kesulitan bernafas dengan adanya pasta putih di bagian punggungnya.

Sedangkan pada ayam dewasa, gejalanya meliputi sayap menggantung lemas, kotoran berwarna putih, jengger berwarna keabuan, penurunan nafsu makan, kelesuan, dan bahkan kehilangan kemampuan bergerak. Sayangnya sampai saat ini, berak kapur menjadi salah satu jenis penyakit ayam dan obatnya serta vaksin belum juga di temukan untuk mencegah penyakit ini. Jika ayam sudah terinfeksi, langkah terbaik adalah dengan menghancurkannya untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

Infection Laryngotracheitis (ILT)

Infeksi penyakit ini termasuk dalam kategori akut serta mudah menular. Penyebab utamanya adalah virus herpes pada ayam. Gejalanya meliputi munculnya busa di mata ayam, suara ngorok yang basah, serta kebiasaan sering menjulurkan leher.

Tetelo

Tetelo, yang juga dikenal sebagai Newcastle Disease (ND), disebabkan oleh virus yang mudah menular. Penyakit ini menyerang saraf pernafasan pada ayam serta dapat ditularkan melalui kontak dengan benda-benda terkontaminasi. Gejalanya meliputi penurunan nafsu makan, suara ngorok yg basah, sayap yang menggantung lemas, perubahan warna pada jengger menjadi keabu-abuan, kelesuan, gemetar, napas tersengal-sengal, batuk, dan bersin pada ayam.

Snot (Coryza)

Snot (coryza) atau pilek pada ayam merupakan penyakit yg disebabkan oleh bakteri Haemophilus gallinarum. Bakteri ini menyerang saluran pernafasan ayam dan dapat menular dengan mudah. Gejala penyakit ini antara lain mata berair, keluarnya lendir dari hidung ayam, pembentukan kerak di dalam hidung, penurunan nafsu makan, pertumbuhan yang lambat, dan suara ngorok basah.

Saat ini Snot juga menjadi jenis penyakit ayam dan obatnya belum ada vaksin khusus untuk mencegah penyakit ini. Jika salah satu ayam terinfeksi, sebaiknya dipisahkan dari ayam lainnya. Hal ini karena ayam yang terinfeksi akan menjadi pembawa penyakit seumur hidup dan dapat berujung pada kematian.

Gumboro

Gumboro merupakan jenis penyakit menular yang dapat terjadi pada ayam baik saat usia mereka masih 3 hari atau 6 minggu. Gejalanya meliputi penurunan nafsu makan, sayap yang menggantung lemas, kelesuan, dan gemetar. Selain itu, gejala lainnya termasuk pendarahan pada otot bagian dada atau paha yang terlihat sebagai garis-garis, pendarahan di sekitar lambung, kelenjar pencernaan, bursa fabricius, serta peradangan serta pembengkakan pada ginjal.

Ngorok (CDR)

Penyakit ini sering disebut dengan beberapa nama, antara lain chronic respiratory disease (CRD), CRD kompleks, air sac/penyakit kantung udara, atau ngorok CRD. Biasanya, penyakit ini menyerang ayam yg memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Gejala infeksinya meliputi mata ayam yg berbusa, keluarnya lendir dari hidung, suara ngorok yang basah, serta kebiasaan ayam menggeleng-gelengkan kepala.

Beberapa Faktor Yang Menyebabkan Ayam Terserang Penyakit

Menghadapi penyakit pada ayam tentu menjadi tantangan tersendiri bagi para penghobi. Bagi Anda yang sedang memelihara unggas ini, penting untuk menghindari beberapa faktor yang dapat menyebabkan ayam terserang penyakit. Berikut adalah beberapa faktor penyebab ayam terserang penyakit, antara lain :

Stres

Stres yang di alami ayam secara berkelanjutan dapat menyebabkan perubahan perilaku, penurunan produktivitas, dan melemahnya sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, ayam menjadi rentan terhadap berbagai penyakit. Selain itu, stres pada ayam bisa di sebabkan oleh pemilihan bibit yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan karakteristik serta kualitas bibit sebelum membelinya.

Lingkungan dan Kandang yang Kotor

Lingkungan serta kandang ayam yang kotor bisa menjadi tempat ideal bagi bakteri serta virus untuk berkembang biak. Kotoran ayam mengandung zat kimia yang memicu pertumbuhan mikroorganisme berbahaya. Penyebaran penyakit dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yg kotor dan mengakibatkan penurunan kesehatan ayam.

Kurangnya Asupan Gizi Pakan

Asupan gizi yang kurang baik dapat berdampak negatif pada kesehatan ayam dan menurunkan produktivitasnya secara signifikan. Jika pakan yang di berikan tidak mencukupi kebutuhan gizinya, ayam akan lebih rentan terhadap serangan penyakit. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pakan yg seimbang serta berkualitas bagi ayam peliharaan Anda.

Cara Mengatasi Berbagai Jenis Penyakit Ayam dan Obatnya

Penyakit pada ayam sering kali menjadi masalah bagi para pemiliknya, namun mengenali cara mengatasi dan obatnya dapat menjaga hewan piaraan Anda tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Berikut ini langkah-langkah untuk mengatasi berbagai jenis penyakit ayam dan obatnya antara lain :

Menjaga Kebersihan Kandang

Menjaga kebersihan kandang adalah langkah penting untuk mencegah serangan berbagai jenis penyakit ayam dan obatnya yakni jaga kebersihan. Lakukan pembersihan kandang secara rutin dengan mengangkat dan memisahkan alas kandang. Pastikan tidak ada sisa kotoran yg terjatuh di kandang. Bersihkan alas kandang dengan menggunakan sabun dan air, lalu keringkan di bawah sinar matahari selama 15 menit. Di sarankan untuk membersihkan kandang pada pagi hari.

Pemberian Vaksin dan Obat

Setiap jenis penyakit pada ayam memerlukan vaksin dan obat yang berbeda-beda. Pemberian vaksin dan obat secara tepat dapat efektif meminimalisir penularan penyakit pada ayam. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter hewan terdekat untuk menentukan jenis penyakit ayam dan obatnya yang tepat sesuai dengan kondisi ayam Anda.

Pemberian Pakan yang Berkualitas

Memberikan pakan yang berkualitas dapat meningkatkan nafsu makan ayam dan mengurangi risiko terserang penyakit. Pastikan nutrisi dalam pakan mencukupi kebutuhan ayam, termasuk protein, karbohidrat, lemak, dan kalsium untuk menjaga stabilitas sistem kekebalan tubuh. Hindari memberikan pakan yang sudah terkontaminasi jamur atau kadaluarsa.

Pemberian Suplemen yang Tepat

Selain memberikan pakan berkualitas, pemberian suplemen yg tepat juga di perlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh ayam. Salah satu contohnya adalah Suplemen Organik Cair Spesialis Ternak, yang terbuat dari bahan-bahan alami seperti algae, rumput laut, dan minta hewani. Suplemen ini mengandung vitamin dan mineral yg di butuhkan ayam, serta bakteri baik yang membantu menjaga kesehatan dan pencernaan ayam. Berikan dosis sekitar 0,3 ml per ekor ayam pada pakan atau minumannya secara rutin untuk hasil yg optimal.

Penting untuk waspada terhadap berbagai jenis penyakit yang dapat menyerang ayam , dengan memperhatikan gejalanya dan menghindari faktor pemicu. Melalui tindakan pencegahan yang tepat, ayam dapat tetap hidup sehat dan terhindar dari penyakit.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *