Mengenal Lebih Dekat Ayam ISA Brown Petelur Kualitas Tinggi

ayam isa brown

Researchpaperorder – Untuk memaksimalkan peternakan ayam petelur, memilih jenis ayam petelur yang unggul sangat penting. Pada tahun 1978, sebuah institut di Prancis berhasil menciptakan ras ayam hibrida yang di kenal sebagai ayam ISA Brown. Ayam ini dikembangkan khusus untuk memproduksi telur dalam jumlah besar.

ISA Brown terdiri hanya dari ayam betina yang mampu bertelur setiap hari. Inilah sebabnya banyak peternak memilih ras ini untuk meningkatkan keuntungan melalui produksi telur yang melimpah. Selain telurnya yg bernilai, daging ISA Brown kadang-kadang juga di manfaatkan dan di jual di berbagai pasar. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan memberikan ulasan mengenai ayam ISA Brown, mulai dari asal usul, ciri hingga kemampuan bertelurnya di bawah ini.

Sejarah Asal Usul dan Jenis Ayam ISA Brown

Nama ISA Brown di ambil dari Institut de Sélection Animale (ISA) di Prancis, tempat ras ayam ini pertama kali di kembangkan. Meskipun tidak ada informasi pasti mengenai ras ayam yang di kawinkan untuk menciptakan ISA Brown, banyak yg berspekulasi bahwa ras ini merupakan hasil persilangan antara ayam Rhode Island Red dan White Leghorns. ISA sengaja merahasiakan informasi ini, dan ISA Brown kini telah menjadi merek dagang tersendiri yang di akui di seluruh dunia.

ISA Brown di kenal sebagai ayam petelur dengan produktivitas yg tinggi. Secara umum, ayam ini di bagi menjadi dua tipe, yaitu tipe medium dan tipe ringan, masing-masing dengan karakteristik dan keunggulan tersendiri. Berikut adalah tipe jenis ISA Brown, antara lain :

Tipe Medium

  • Telur: Menghasilkan telur berwarna cokelat gelap.
  • Ukuran dan Daging: Ayam tipe ini memiliki tubuh yg lebih besar dan daging yg cukup empuk, sehingga selain telurnya, dagingnya juga dapat di manfaatkan.
  • Produktivitas: Sangat cocok untuk peternak yg menginginkan kombinasi antara produksi telur dan daging.

Tipe Ringan

  • Telur: Menghasilkan telur yang cenderung berwarna putih.
  • Ukuran dan Daging: Ayam tipe ini memiliki tubuh lebih kecil dan daging lebih sedikit.
  • Produktivitas: Fokus utamanya adalah pada produksi telur dengan efisiensi pakan yg tinggi.

Penggunaan Ayam ISA Brown di Indonesia

Di Indonesia, ayam ISA Brown banyak di gunakan dalam peternakan komersial yg fokus utamanya adalah produksi telur. Ayam ini sangat cocok dengan iklim Indonesia yang hangat, tetapi tetap memerlukan perlakuan khusus untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Perawatan yg baik, seperti pemberian pakan tepat dan pengelolaan kandang optimal, sangat penting untuk memastikan ayam ini tetap sehat dan produktif.

ISA Brown menjadi pilihan populer bagi peternak di Indonesia karena kemampuannya untuk beradaptasi dengan baik pada iklim tropis dan produktivitas telurnya yang tinggi. Meskipun biaya pemeliharaannya lebih besar di bandingkan beberapa ras lokal, keuntungan yang di dapat dari produksi telur melimpah membuat investasi ini layak di pertimbangkan.

Secara keseluruhan, ayam ISA Brown merupakan salah satu ras ayam petelur terbaik yg dapat memberikan hasil optimal dengan perawatan sesuai. Kombinasi antara produktivitas telur, kualitas daging, dan adaptabilitas menjadikan ayam ini pilihan yg sangat baik bagi peternak di berbagai kondisi lingkungan.

Ciri-ciri dan Karakteristik Ayam ISA Brown

Ayam petelur ISA Brown yang populer ini memiliki tampilan fisik yg mirip dengan ayam petelur lain pada umumnya. Anda mungkin pernah melihat ayam jenis ini tanpa menyadarinya. Berikut ciri-ciri ISA Brown lebih lengkap:

  • ISA Brown memiliki tubuh dengan ukuran sedang, tidak terlalu besar namun juga tidak terlalu kecil, sehingga mudah di kenali.
  • Bentuk tubuhnya bulat dengan kaki yg sedikit pendek, memberikan kesan kokoh serta stabil.
  • Bulu ayam berwarna cokelat kekuningan, yg kadang-kadang bisa terlihat sedikit kemerahan. Warna bulu yang khas ini membantu ayam berbaur dengan lingkungan sekitar, memberikan perlindungan alami dari predator.
  • Paruhnya lancip dan berwarna kuning, memberikan kesan tajam serta siap mematuk. Matanya berwarna merah kecokelatan, menambah karakteristik yang tajam dan waspada.
  • Terdapat corak putih pada bagian leher, ekor, dan sayap ayam, menambah estetika penampilan ayam ini serta memudahkan identifikasinya di antara ayam lainnya.
  • Wajah ayam berwarna merah, yg sering kali menjadi indikasi kesehatan dan vitalitas ayam.
  • ISA Brown mulai menghasilkan telur sejak berusia 18 minggu, menunjukkan kematangan cepat serta siap untuk produksi telur lebih awal di bandingkan beberapa ras lainnya.
  • Telur yang di hasilkan memiliki kerabang yg tebal, sehingga lebih tahan terhadap kerusakan selama pengumpulan serta pengiriman.
  • Bobot telur berkisar dari 43 gram, dan semakin tua usianya, semakin berat telurnya, menambah nilai ekonomi bagi peternak.
  • Mampu menghasilkan sekitar 350 telur per tahun, lebih banyak di bandingkan ayam lohman, menjadikan ayam ini sangat produktif serta menguntungkan.
  • ISA Brown tidak memerlukan pakan khusus serta dapat hidup di lingkungan sederhana, menjadikannya pilihan yang ekonomis serta praktis bagi peternak.

Tingkat Produktivitas Ayam ISA Brown Bertelur

Ayam ISA Brown sangat cocok untuk berbagai kondisi lingkungan. Mereka adalah pilihan populer bagi peternak karena produktivitas telurnya yang tinggi, perawatan yang mudah, dan adaptabilitas yang baik. Kekuatan utama ayam ini terletak pada kemampuannya untuk menghasilkan telur dalam jumlah besar dengan perawatan yang relatif sederhana. Sehingga membuatnya ideal untuk peternakan komersial maupun skala kecil.

Alasan utama banyak peternak mengincar ISA Brown adalah tingkat produktivitas telurnya yang sangat tinggi. Ayam ISA Brown secara khusus memiliki kelebihan dalam hal produksi telur, mampu menghasilkan sekitar 300-350 butir telur setiap tahunnya.

Namun, angka tersebut dapat tercapai dengan syarat ayam di rawat dengan baik serta mendapatkan asupan yang sesuai. Dengan pemeliharaan yang optimal, ayam ini dapat tumbuh lebih cepat dari biasanya.

Untuk mendukung produktivitasnya, ISA Brown perlu di tempatkan di kandang dengan suhu yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Kandang juga harus di bersihkan secara rutin dari kotoran dan bakteri guna memastikan kesehatan serta produktivitas ayam tetap optimal.

Meskipun dagingnya tidak terlalu besar, karena ayam ini memang lebih di fokuskan untuk produksi telur, dagingnya tetap dapat di jual ke restoran untuk menambah keuntungan, terutama ketika produktivitas telurnya mulai menurun.

Daya Jual Ayam ISA Brown

Mengingat ayam ISA Brown bukanlah ayam lokal, tidak mengherankan jika harganya lebih tinggi dibandingkan beberapa ras petelur lainnya di Indonesia. Pada saat artikel ini dibuat, harga satu ekor DOC (anak ayam yang baru menetas) bisa mencapai belasan hingga puluhan ribu rupiah. Sedangkan ayam betina yang sudah berumur 6 bulan dapat dipatok mulai dari ratusan ribu rupiah.

Ayam ini memerlukan asupan nutrisi yang seimbang agar produktivitasnya maksimal, yang berarti biaya pemeliharaannya juga cukup besar. Hal ini membuat harga ayam dewasa siap bertelur sangat mahal. Namun, harga yang ditawarkan oleh peternak dapat bervariasi.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *