Panduan Lengkap Cara Menetaskan Telur Ayam Dengan Kardus

cara menetaskan telur ayam

Researchpaperorder – Cara menetaskan telur ayam dapat di lakukan dengan menggunakan metode alami atau bantuan mesin tetas. Namun, seringkali penghobi ayam mengalami kendala saat induk betina tidak mau mengeram atau bahkan memakan telurnya. Untuk mengatasi hal ini, terdapat beberapa teknik sederhana yang bisa dicoba.

Penting untuk di ingat bahwa dalam proses penetasan telur, terdapat faktor-faktor kunci seperti kelembaban, alas pengeraman, kualitas telur, dan teknik tertentu yang mempengaruhi hasil penetasan. Meskipun telah menggunakan mesin tetas, masih mungkin mengalami kegagalan jika faktor-faktor ini tidak di perhatikan dengan baik.

Oleh karena itu, penting bagi para penghobi untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang cara menetaskan telur ayam agar dapat mencapai hasil yang maksimal sesuai dengan target yang di inginkan. Pengetahuan ini juga penting bagi mereka yang mengandalkan penetasan telur sebagai sumber pendapatan. Untuk informasi lebih lanjut, simak ulasan berikut bawah ini.

Pemilihan Telur Yang Akan Di Tetaskan

Langkah pertama dalam proses penetasan telur adalah memilih telur yang memiliki kualitas baik. Karena ada berbagai macam telur yang di hasilkan oleh ayam, penting untuk melakukan seleksi dengan cermat. Berikut adalah beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam memilih telur:

  • Pastikan berat telur minimal 50-65 gram.
  • Perhatikan keutuhan kulit telur agar memastikan tidak ada retak atau kerusakan lainnya.
  • Perhatikan warna kulit telur, yang dapat menandakan kualitas telur.
  • Telur harus bersih dari kotoran dalam menjaga kebersihan serta kesehatan telur serta embrio di dalamnya.
  • Periksa kualitas cangkang telur ayam agar memastikan kekokohan strukturnya.
  • Telur sebaiknya memiliki bentuk oval dengan perbandingan panjang dan lebar kurang lebih 2:3.

Dengan memperhatikan contoh poin di atas, Anda dapat memilah telur dengan lebih mudah untuk di masukkan ke dalam proses penetasan. Hal ini membantu mengurangi risiko telur pecah, tidak subur, atau busuk saat proses penetasan berlangsung.

Bahan Untuk Pembuatan Alat Tetas Telur Ayam

Mesin tetas memang memiliki harga yang relatif mahal, terutama dengan tambahan biaya pengiriman bagi mereka yang tinggal di pedesaan. Selain itu, mesin tetas umumnya di produksi oleh perusahaan dengan harga yang tidak bisa di negosiasikan.

Bagi mereka yang tinggal di pedesaan, ada opsi untuk memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang tidak terpakai. Salah satu contohnya adalah menggunakan kardus bekas yang cukup besar serta tinggi.

Ayam pedaging dan petelur memiliki perbedaan dengan ayam kampung, sehingga dalam memproduksi DOC (Day Old Chick) membutuhkan pembuahan dari pejantan dan alat tetas. Terkadang, bahkan ayam yang biasanya mengeram pun bisa mengalami masalah. Oleh karena itu, berikut adalah solusi sederhana yang dapat di implementasikan:

Alat dan Bahan Penetasan:

  • Kardus dengan ukuran minimal 30×30 cm
  • Kayu atau bambu
  • Kabel
  • Lampu
  • Thermostat dan thermometer
  • Paku
  • Baki atau botol yang di potong setengah untuk tempat air
  • Kawat atau tali rafia
  • Sekam padi atau serbuk kayu
  • Peralatan lain seperti solatip, lakban, gunting, cutter, dan sebagainya.

Ketika memilih alas, sebaiknya hindari penggunaan bekatul karena dapat menimbulkan risiko bagi ayam, seperti kebutaan atau benda itu menempel pada tubuh ayam. Oleh karena itu, lebih baik menghindarinya serta memilih alternatif yang lebih aman bagi ayam.

Cara Membuat Mesin Tetas dari Kardus

Jika bahan-bahan seperti lampu belum di pasang, pastikan Anda telah menyiapkan obeng, korek api, dan gunting. Setelah itu, persiapkan semua alat-alat yang di butuhkan dan lakukan pemeriksaan awal agar memastikan tidak ada yang kurang atau tertinggal. Berikut adalah metode pembuatan versi kami:

  • Rapatkan dan bentuk kardus seperti konstruksi mesin penetasan.
  • Tambahkan kayu atau bambu sebagai rangka penguat.
  • Buat lubang di sisi kiri dan kanan kardus untuk menjepit kabel lampu dan tempat air.
  • Lubangi bagian atas kardus sebagai ventilasi udara dengan ukuran sekitar 3-5 cm.
  • Sambungkan thermostat dengan aliran lampu.
  • Taburkan sekam padi atau serbuk kayu di dalamnya.
  • Pasang tempat air, jika menggunakan botol, pastikan untuk mengikatnya agar tidak tumpah.
  • Setelah semua komponen terpasang, hubungkan lampu ke sumber listrik dan periksa semua komponen agar memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan lampu menyala.
  • Masukkan thermometer sebagai pengukur suhu di dalam mesin. Pastikan hanya telur ayam yang di masukkan, bukan telur dari bebek atau angsa.
  • Ingatlah untuk memperhatikan batas suhu dan kelembaban yang sesuai untuk setiap jenis telur unggas.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat membuat mesin penetasan sederhana menggunakan kardus serta bahan-bahan lainnya dengan efektif.

Panduan Langkah Cara Menetaskan Telur Ayam Menggunakan Kardus

Sebelum memahami lebih lanjut tentang metode cara menetaskan telur ayam dalam tutorial ini, penting untuk memahami beberapa hal berikut:

  • Masa ayam mengeram memerlukan pembalikan telur secara teratur setiap hari. Hal ini penting agar memastikan bahwa embrio dalam telur mendapatkan perhatian cukup dari induk ayam.
  • Selama masa penetasan, sebaiknya hindari terlalu sering membalikkan telur agar embrio calon anak ayam dapat berkembang dengan baik dan sempurna.
  • Pastikan kardus penetasan selalu memiliki air di dalamnya selama proses penetasan. Kehabisan air dapat mengganggu proses penetasan dan mengancam kesehatan embrio.
  • Telur ayam biasanya memerlukan waktu sekitar 21-22 hari untuk menetas. Pada saat ini, bulu anak ayam akan kering dan mereka dapat berjalan dengan lancar sebelum dipindahkan dari tempat penetasan.
  • Pengaturan suhu ruangan untuk penetasan dimulai dari hari ke-1 hingga ke-18 sekitar 37-38 derajat Celsius. Pada hari ke-19 hingga ke-21, suhu dapat ditingkatkan menjadi 39 derajat Celsius, meskipun tetap aman jika tetap pada 38 derajat Celsius.

Cara menetaskan telur ayam adalah dengan menjaga kelembapan selama proses penetasan, penting untuk mengatur kelembapan pada rentang 50-55% dari hari pertama hingga hari ke-18. Namun, pada hari ke-19 hingga hari ke-21, kelembapan perlu sedikit ditingkatkan menjadi sekitar 60-65%.

Setelah telur berusia 3 hari, penting untuk memeriksa apakah telur telah terisi atau tidak. Jika telur tidak terisi, segera ambil telur tersebut agar tidak membusuk serta memicu letusan tidak diinginkan. Ketika memasuki masa menetas, penting untuk membuka ventilasi udara secara bertahap. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasokan oksigen cukup bagi embrio sedang berkembang di dalam telur ayam.

Apabila telur-telur ayam telah di praktikkan berhasil menetas dengan tingkat keberhasilan antara 80-95%, maka itu adalah suatu prestasi membanggakan. Sebelum semua telur menetas, disarankan untuk menyiapkan kandang bagi anak ayam. Jika Anda memerlukan bantuan dengan desain kandang atau mempertimbangkan ukuran serta biaya diperlukan, kami akan menyertakan desain kandang ayam sebagai referensi.

Tips Cara Menetaskan Telur Ayam Tanpa Lampu

Alternatif cara menetaskan telur ayam berikutnya yang mana jika dalam situasi darurat, ketika induk ayam stres dan menolak untuk mengerami telurnya, adalah dengan membuat sarana penetasan secara tradisional. Meskipun beberapa peternak masih meragukan metode ini tanpa menggunakan lampu, namun ada yang telah mencobanya dan berhasil.

Bahan dan Media Penetasan Telur Tradisional:

  • Kayu papan sebagai dasar
  • Karung goni atau plastik sebagai penutup
  • Gabah atau sekam padi kering sebagai bahan penyangga dan pengatur suhu
  • Keranjang bambu yang rapat untuk menjaga telur dan menjaga suhu
  • Setelah semua bahan terkumpul, langkah berikutnya adalah menyiapkan telur-telur yang akan di tetaskan. Pastikan telur-telur tersebut berasal dari ayam betina tanpa pembuahan oleh pejantan, karena telur yang tidak di buahi tidak akan menetas dan bisa membusuk.

Dengan menggunakan bahan-bahan tersebut, Anda dapat mencoba metode cara menetaskan telur ayam secara tradisional sebagai alternatif jika situasi memaksa. Meskipun tidak selalu di terima oleh semua peternak, namun beberapa telah berhasil dengan metode ini.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *